BERITABUANA, JAKARTA – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Jhonny G Plate menyebut kasus Ratna Sarumpaet merupakan bagian dari rekayasa politik yang dimainkan sebuah konsultan politik paling hebat. Sayangnya, rekayasa tersebut tak berjalan mulus atau seperti diskenariokan.

“Sebetulnya yang menjadi sasaran tembak dari kebohongan Ratna Sarumpaet adalah calon presiden petahana, Jokowi. Hebat konsultan politiknya, sempurna, saya tidak tahu siapa konsultan politiknya itu,” sindir Jhonny G Plate menjawab wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (4/10/2018).

Kasus aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet menghebohkan dan memanaskan suhu politik ditengah masa kampanye pemilu 2019. Awalnya Ratna mengaku tentang wajahnya yang lembab karena dipukuli oleh orang tidak dikenal ketika berada di bandara Husein Sastranegara, Bandung, 21 September lalu.

Setelah bercerita kepada anaknya, Ratna juga menceritakan hal itu ke Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, yang kemudian mempublikasikan foto mereka berdua lewat media sosial. Publikasi ini dengan cepat ditanggapi beragam oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, Ratna pun melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus capres Prabowo Subianto yang dihadiri tokoh tim suksesnya seperti Amien Rais dan tokoh lain yang hadir di rumah Prabowo.

Pada saat yang bersambn, aparat kepolisian bekerja untuk melacak fakta seperti disampaikan Ratna. Hasilnya justru polisi tidak menemukan jejak Ratna seperti disampaikan sebelumnya.

Sebelum kepolisian mengungkapkan hasil lengkap penelusuran yang mereka lakukan di Jakarta dan Bandung, Ratna bertemu dengan wartawan di rumahnya dan mengakui bahwa dirinya telah berbohong.

Dia tidak pernah dianiaya oleh orang tak dikenal, dan wajahnya lembab-lembab akibat operasi plastik disebuah RS di Jakarta. Rupanya hasil operasi itu membuatnya terganggu dan tak nyaman.

Lebih lanjut Jhony G Plate menyatakan, lembaga penegak hukum yang harus turun menangani kebohongan Ratna. Sebagai aktor dalam rekayasa politik ini kata dia, Ratna sudah mengakui kebohongannya.

“Tinggal aktor yang lain belum mengaku,” kata Sekjen DPP Partai Nasdem ini, seraya melihat kebohongan yang dibuat Ratna adalah barang mainan atau rekayasa yang korbannya adalah Jokowi.

Mengapa? Karena Presiden RI ini sempat dituduh macam-macam atau terkait dengan penganiayaan tersebut. “Pak Jokowi terdampak secara langsung,” kata Jhonny.

Meski begitu tambah Jhonny, Jokowi tidak ingin terlibat di dalamnya. Sebagai presiden, Jokowi tetap fokus bekerja termasuk bekerja menangani pemulihan Kota Palu dan Donggala pasca gempa bumi dan tsunami.

“Pak Jokowi tidak mau ikut-ikutan barang tipuan, dia mikir kerja, fokus kerja,” tegasnya. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here