BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengeksekusi mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bengkulu.

“Jaksa eksekutor KPK hari ini melakukan eksekusi terhadap dua terpidana dalam kasus ini, yaitu atas nama Ridwan Mukti di Lapas Bengkulu dan Lily Martiani Maddari di Lapas Perempuan Bengkulu,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/10).

Kedua terpidana divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bengkulu, yaitu masing-masing dengan pidana 9 tahun penjara, denda Rp400 juta subsider 8 bulan kurungan

“Hukuman untuk Ridwan Mukti ditambah dengan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok,” kata Febri menambahkan.

Ridwan Mukti bersama istrinya dinyatakan bersalaha karena melanggar Pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Keduanya dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima dan meminta uang senilai Rp1 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek jalan di Bengkulu.

Ridwan beserta istri dan Direktur PT RPS Rico Dian Sari diduga menerima “fee” dari Kepala Perwakilan PT Statika Mitra Sarana Jhoni Wijaya terkait proyek jalan di dua kabupaten di Provinsi Bengkulu. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here