BERITABUANA, MALE – Pada Sabtu (29/9) lalu, Panitia Pemilihan Umum Maladewa secara resmi menyatakan pemimpin oposisi Ibrahim Mohamed Solih menjadi pemenang pemilihan di negara itu. Solih mengalahkan Presiden Abdulla Yameen, yang berusaha menunda pengumuman hasil akhir tersebut.

Salah Rasheed, Sekretaris Jenderal Panitia Pemilu itu, menyatakan Partai Demokrat Maladewa Solih menang dengan keunggulan 16,8 persen, dengan jumlah pemilih 89,2 persen.

Panitia itu menerima 423 keluhan tentang pemilihan umum tersebut, 194 di antaranya luar biasa. Biro Pengaduan dan Panitia memutuskan bahwa tidak satu pun keluhan itu akan memengaruhi hasil pemilihan umum tersebut.

Semua lima anggota panitia itu menerima ancaman lewat telepon setelah pemilihan tersebut. Polisi dan tentara menyatakan akan menjunjung tinggi hasil pemilihan tersebut.

Yameen mengakui kekalahan pada Senin (1/10). Namun, partainya kemudian meminta penundaan pengumuman hasil resmi, yang beberapa kalangan di oposisi meyakininya sebagai upaya membatalkan hasil pemilihan itu.

Yameen, yang akan menjadi presiden hingga 17 November menurut undang-undang dasar, memenjarakan lawan politik dan menindak keras perbedaan pendapat. Maladewa terkenal sebagai tujuan liburan mewah dan kunci pertarungan pengaruh India dengan China.

Negara itu mengalami pergolakan politik sejak Februari saat Yameen memberlakukan keadaan darurat untuk membatalkan putusan Mahkamah Agung, yang membatalkan penghukuman sembilan pemimpin oposisi, termasuk mantan presiden Mohamed Nasheed, pemimpin pertama negara itu dipilih secara demokratis. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here