BERITABUANA, BALI – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggandeng Yayasan Kesenian Bali, mengajak masyarakat setempat tak hanya sekedar menikmati pentas seni dan budaya, namun juga mendengar, meresapi, dan selanjutnya melaksanakan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam Sosialisasi Empat Pila MPR.

Acara yang digelar Minggu malam (30/9/2018) itu, menghadirkan anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan I Made Urip, anggota Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, anggota dari Kelompok DPD RI I Kadek Arimbawa, dan Kabiro Humas Setjen MPR Siti Fauziah.

Dalam sambutan, mewakili pimpinan MPR, Kadek mengatakan Puncak Penulisan merupakan kampung yang berada di ketinggian 1.340 meter di atas permukaan laut. Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindhu namun Kadek mengakui di Kintamani ada penganut agama lainnya.

“Masyarakat Kintamani sangat universal, di sini juga ada yang menganut Islam, Budha, dan lainnya. Meski beragam, Kintamani tetap rukun,” ucapnya.

Lolak, nama panggung Kadek saat menjadi seniman, berharap dengan sosialisasi lewat pentas seni dan budaya bisa menambah rasa persatuan. Dikatakan, sosialisasi di Kintamani lewat pentas seni dan budaya sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

“Kami ingin apa yang sudah dilakukan itu terus dilanjutkan. Dan, saya juga berharap demikian,” ujar anggota DPD dari Bali itu.

Dalam pesan-pesan Empat Pilar-nya, pria kelahiran Klungkung, Bali, itu mengingatkan pada generasi muda agar hati-hati ketika bermedia sosial. Dirinya mewanti-wanti saat masyarakat menerima informasi atau berita.

“Hoax saat ini sering betebaran disebut bisa mengganggu persatuan dan kesatuan masyarakat. Tentu hoax tidak diinginkan oleh semua. Dan, Bali sebagai tujuan wisata, sangat membutuhkan rasa aman,” ujar Kadek. (Jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here