BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim Intelijen Kejaksaan Agung akhirnya menangkap mantan Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, Marlon Martua Situmeang setelah buron karena terpidana korupsi pembangunan RSUD di daerahnya. Dia ditangkap saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Kamis (27/9) pagi.

“Marlon Martua Situmeang diamankan di Bandara Soetta tanpa melakukan perlawanan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Moh Rum kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (28/9).

Dia menjelaskan penangkapan terhadap Marlon setelah dilakukan pemantauan intensif oleh tim Intelijen Kejaksaan Agung. Penangkapan berdasarkan Surat Permohonan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Nomor R-725/N.3/Dsp.4/08/2018 tanggal 31 Agustus 2018.

“Target merupakan tepidana dalam tindak pidana korupsi Pembangunan RSUD Seidareh, Dharmasraya, Sumatera Barat tahun anggaran 2009,” kata Rum menambahkan.

Sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 171 K/Pid.Sus/2016 tanggal 12 April 2017, terpinda Marlon dihukum penjara 6 (enam) tahun dan denda sebesar 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidier 6 (enam) bulan) penjara.

Secara terpisah, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan penangkapan buronan tindak pidana korupsi melalui program Tabur 31.1. Program ini diklaim dapat memberikan rasa tidak nyaman bagi para koruptor dimanapun tempat persembunyiannya. “Melalui program ini kita tunjukan tidak ada tempat yang aman bagi koruptor,” katanya.

Melalui Program Tangkap Buron 31.1 (Tabur 31.1) Korps Adhyaksa berkomitmen untuk menuntaskan penanganan perkara pidana. 31 Kejaksaan Tinggi (Kejati) di seluruh Indonesia dibebani tanggung jawab untuk setidaknya menangkap satu buronan pelaku kejahatan setiap bulan. “Jadi lebih baik menyerahkan diri para buronan, pokoknya tidak ada tempat aman buat mereka buronan,” kata Prasetyo menandaskan. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here