BERITABUANA, NYON – Adalah Jerman yang memenangkan hak menjadi tuan rumah turnamen sepakbola Piala Eropa 2024. Juara Piala Dunia 2014 itu mengalahkan Turki pada pemungutan suara di markas Badan Sepakbola Eropa (UEFA) di Nyon, Swiss, Kamis (27/9).

UEFA mengumumkan keputusan setelah pemungutan suara oleh Komite Eksekutif. Sebelum pemungutan suara, tawaran Jerman disebut-sebut sebagai pilihan yang aman. Ada 10 venue yang diusulkan untuk turnamen di Jerman dan tidak memerlukan pekerjaan yang signifikan untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024.

Adapun Turki mengusung tema persatuan. Wakil Presiden Federasi Sepakbola Turki, Servet Yardimci, juga mengatakan penyelenggaraan Piala Eropa 2024 di Turki akan membantu kemajuan hak asasi manusia di negara tersebut.

Laporan UEFA mencatat ada ‘risiko’ dalam jumlah investasi infrastruktur yang diperlukan di Turki untuk menjadi tuan rumah turnamen.

“Skala pekerjaan yang akan dilakukan dalam kerangka waktu yang diberikan adalah risiko, terutama dalam kombinasi dengan ketergantungan pada beberapa bandara untuk perjalanan internasional dan domestik,” kata laporan itu.

Jerman sebelumnya telah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 – yang secara luas dipuji sebagai sebuah keberhasilan – serta Piala Eropa di Jerman Barat pada 1988. Jerman juga salah satu dari 12 negara yang akan menjadi tuan rumah pertandingan di Piala Eropa 2020, sebelum turnamen itu mengembalikan format single-host untuk edisi berikutnya. (Daf)

Wisma Atlet Kemayoran Siap Sambut Peserta Asian Para Games 2018

BERITABUANA, JAKARTA – Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) terus membenahi fasilitas Wisma Atlet Kemayoran. Jelang perhelatan pesta olahraga atlet difabel se-Asia ini.

Riski Renaldo, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, mengatakan setiap kamar sudah siap dihuni oleh atlet difabilitas beserta pendampingnya.

Saat meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Kamis (27/9), kepada wartawan Riski menjelaskan, sebenarnya untuk Asian Para Games fasilitas sudah selesai dikerjakan sebelum Asian Games dimulai, seperti lift tambahan untuk kaum difabel.

“Hanya lay out-nya yang berbeda, sedangkan besaran ukuran kamar sama. Tapi ada juga yang dibongkar, yang tadinya untuk tiga orang menjadi dua agar pendamping bisa tinggal bersama,” jelas Riski.

Fasilitas tambahan yang baru dipasang, seperti ramp, guding block, elevator (lift), dan hand railing di toilet dan fasilitas lainnya dimaksudkan untuk keamanan dan kenyamanan para atlet.

“Di tower, seperti yang dilihat di lobby itu ada ramp-nya masuk ke dalam, ada juga guiding line untuk atlet tunanetra. Juga ada penambahan elevator atau lift khususnya,” lanjutnya.

Menurut Riski, Wisma Atlet Kemayoran sebelumnya mempunyai enam unit lift. Kemudian, ditambah enam unit lagi untuk para atlet Para Games yang menggunakan kursi roda.

Selain itu, setiap tombol yang ada di lift juga dilengkapi dengan aksara Braille untuk memudahkan penyandang tunanetra.

“Toilet di Wisma Atlet Kemayoran juga sudah ramah difabilitas, salah satunya dilengkapi dengan hand railling atau besi pegangan pada toilet. Semua unit fasilitas toiletnya sudah standar buat para atlet difabilitas. Hand railing-nya, ada button emergency call jika terjadi sesuatu, ada kursi untuk mandi atau shower,” ungkapnya.

Ismail Maulana, Pelaksana Lapangan Para Village INAPGOC, menambahkan akan ada sekitar 8.000 orang yang menghuni ParaVillage. Total unit yang disiapkan untuk mengakomodasi 3.500 orang.

Secara umum kesiapan Para Village sudah mencapai 99 persen, tinggal menyelesaikan pengerjaan shelter untuk shuttle bus serta perbaikan taman.

“Demi kenyamanan atlet, panitia bisa melakukan modifikasi atau jumlah keterisian kamar. Sementara untuk ornamen dan pernak-pernik Asian Para Games serta petunjuk arah akan mulai dipasang dalam dua hari ini.

“Tanggal 29 September kamar sudah bisa diisi dan kontingen pertama akan datang pada 2 Oktober,” kata Ismail.

Rencananya lima dari tujuh tower Wisma Atlet bisa menampung 3.500-4.000 atlet dan ofisial. Dengan rincian satu unit kamar diisi satu atlet kursi roda bersama pendampingnya. Sedangkan untuk atlet difabel tanpa kursi roda bisa diisi tiga. Menurut informasi sementara, INAPGOC telah memesan unit kamar untuk 1.032 atlet.

Asian Para Games akan digelar di Jakarta, 6-13 Oktober. Diikuti 43 negara Asia yang akan bertanding di 18 cabang olahraga. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here