BERITABUANA, TANGSEL – Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho membenarkan adanya laporan kasus pengeroyokan di wilayah Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, dengan korbannya ketua RT berinisial CH.

Untuk saat ini, kata Alexander, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih proses penyelidikan. Ya, masih berjalan,” kata Alexander, Kamis (27/9/2018).

Diinformasikan, CH (44) salah satu Ketua RT di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, sudah melaporkan pengeroyokan yang diterimanya ke Polres Tangerang Selatan, Kamis (27/9).

Dia melaporkan bahwa dirinya dikeroyok oleh enam orang, yang tiga di antaranya oknum. Karena saat kejadian memakai seragam institusi tersebut.

Menurut CH, kejadian tersebut berawal dari rasa tanggung jawabnya sebagai ketua RT untuk meminta informasi perihal pengerjaan pengaspalan di wilayahnya.

“Saya meminta pemborong tersebut ke rumah saya untuk transparansi informasi pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Rombongan mereka yang salah satunya berinisial FM datang berenam ke rumah korban di Jalan Menjangan V, Pondok Ranji pada sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari. Pembicaraan pun terjadi, hingga akhirnya terjadi cekcok mulut dan berujung pengeroyokan.

“Mereka tiba-tiba memiting saya, melintir tangan kanan saya dan terjatuh. Setelah itu sudah gelap nggak inget lagi,” terangnya.

Saat sadar, lanjutnya, keenam pelaku pun sudah pergi. Akibat pengeroyokan ini korban mengalami luka di bibir bawah yang bengkak dan berdarah, memar pada bagian leher dan juga beberapa titik di tangan.

Laporan tersebut telah tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tangerang Selatan dengan No: TBL/939/K/IX/2018/SPKT/Res Tangsel.

Selain ke Polres Tangerang Selatan, CH pun telah melaporkan kasus ini ketempat berwenang oknum tersebut. “Saya ingin kasus ini bisa ditindaklanjuti,” harapnya. (Dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here