BERITABUANA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi (TSD) ke tahap penuntutan atau tahap II. Tersangka kasus dugaan suap proyek Purbalingga Islamic Center tahap 2 itu, segera diadili.

“Penyidikan telah selesai dan dilimpahkan ke penuntutan atau tahap II,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Dengan dilimpahkannya berkas penyidikan itu, lanjut Febri, jaksa penuntut memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan Tasdi. Sidang rencananya, bakal digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang.

Tasdi usai menandatangani surat pelimpahan berkas mengaku siap menghadapi persidangan. Politikus PDI Perjuangan itu mengklaim bakal bersikap kooperatif selama menjalani sidang.

“Saya hari ini sudah masuk tahap pelimpahan, akan menjalani sidang di Semarang,” kata Tasdi singkat saat ditanya awak media.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Purbalingga Tasdi (TSD) sebagai tersangka. Tasdi diduga kuat menerima suap senilai Rp100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap 2 dengan nilai proyek Rp22 miliar.

Selain Tasdi, Komisi Antirasuah juga menetapkan empat tersangka lain. Mereka di antaranya Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

Atas perbuatannya, Tasdi dan Hadi selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Hamdani, Librata, dan Ardirawinata sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here