BERITABUANA, JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Reza Haryadi menyebutkan bahwa rentetan kasus korupsi yang menjerat sejumlah elit Partai Golkar akhir-akhir ini, dinilai akan merugikan citra partai berlambang Pohon Beringi itu di mata publik.

“Citra Golkar bisa tergerus akibat kasus korupsi yang menyeret sejumlah nama kadernya. Dan ini akan merugikan Golkar karena dapat dipandang permisif terhadap perilaku koruptif kadernya dan akan menjadi bumerang karena kurang populer di mata pemilih,” ujar Reza saat dihubungi beritabuana, Rabu (26/9/2018).

Menurut penilaian dia, Golkar terkesan lunak kepada kadernya yang terjerat kasus korupsi karena bisa jadi kader yang terjerat kasus korupsi memiliki pengaruh kuat dan memegang kartu truf yang dapat menjadi senjata untuk melawan balik jika posisinya terancam di internal

Karena itu, dia menyarankan agar citra Golkar tidak tercoreng lebih dalam dan tidak berpengaruh terhadap kesiapan menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019, Golkar harus mengambil sikap tegas terkait status hukum kadernya.

“Semestinya, kader yang sudah menjalani proses hukum segera dinonaktifkan, termasuk diganti jika menduduki jabatan publik sebagai bentuk akuntabilitas politik Golkar terhadap kepercayaan yang diberikan publik,” jelas Reza.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kader partai Golkar terlibat skandal korupsi dan belum ditindak oleh partai yang dipimpin Airlangga Hartarto tersebut.

Sejumlah kader tersebut adalah Markus Nari yang sudah menjadi tersangka korupsi e-KTP pada tahun lalu, Fayakun Andriadi yang menjadi terdakwa korupsi Bakamla, Eni L Saragih tersangka korupsi PLTU Riau I.

Bahkan, Setya Novanto yang menjadi terpidana korupsi eKTP dan kini ditahan di Lapas Sukamiskin juga belum diganti oleh partai Golkar. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here