BERITABUANA.CO, PURWOREJO — Toyota berharap program Budaya Industri dan Teknologi Otomotif ini berhasil dalam uji coba sehingga pelaksanaannya akan menghasilkan lulusan SMK yang berkompeten dan berkualitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri otomotif yang terus berkembang,” harap Direktur, PT Toyota-Astra Motor (TAM),Darmawan Widjaja. pada acara peresmian Kelas Budaya Industri di SMKN I Purworejo, Jateng, Senin kemarin (24/9).

Penanaman mentalitas kelas budaya industri akan dilakukan dengan mengintegrasikan secara konsisten wawasan budaya industri yang meliputi prinsip-prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Keselamatan Kerja (Duga-Bahaya), Kerjasama Kelompok, Orientasi pada kualitas proses dan hasil kerja, ‘Kaizen’  (perbaikan/penyempurnaan secara terus menerus), dan pemecahan masalah secara sistematis.

Pembelajaran yang akan diselenggarakan menggunakan kurikulum resmi kelas Budaya Industri yang merupakan perpaduan kurikulum nasional yang berlaku saat ini dan muatan budaya industri. Kelas Budaya Industri dapat diterapkan di berbagai jurusan yang ada di sekolah.

Sebagai program perdana, Toyota Indonesia melalui YTA akan melakukan uji coba kepada 15 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemilihan ini berdasarkan komitmen yang ditunjukkan oleh para SMK tersebut dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Uji coba Kelas Budaya Industri akan dilakukan dalam 2 tahun ajaran, mulai tahun ajaran 2018/2019 di kelas XI dan mulai tahun ajaran 2019/2020 seterusnya di kelas XII.

Kurikulum dan wawasan budaya industri akan diajarkan langsung oleh 68 guru-guru dari 15 SMK yang sudah dilatih YTA secara intensif dalam kurun waktu Januari-Juni 2018. Hal pertama yang dilakukan adalah pelatihan dasar-dasar 5R, dasar-dasar Sistem Produksi Toyota dan keselamatan kerja untuk seluruh kepala sekolah serta jajaran guru-guru untuk kemudian disosialisasikan kepada siswa-siswi mereka.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh Tim Evaluasi YTA untuk mengukur efektivitas pembelajaran terutama pembelajaran muatan budaya industri dalam menghasilkan perubahan perilaku siswa yang menjadi tolak ukur.

Selain budaya industri, YTA juga memberikan pelatihan beberapa kompetensi spesifik tambahan untuk guru-guru SMK, khususnya guru-guru produktif jurusan Teknik Kendaraan-bermotor Ringan (TKR) atau jurusan Otomotif. Kompetensi itu terkait dengan teknologi otomotif mutakhir Toyota, termasuk pemahaman proses kerja mesin hybrid. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memutakhirkan pengetahuan guru-guru mengenai teknologi otomotif terkni sehingga guru-guru itu bisa menularkan pengetahuan tersebut kepada murid-muridnya.

Selain SMKN Purworejo dan SMK Tunas Harapan, uji coba Program Kelas Budaya Industri juga akan dilakukan di SMK Aryasatya Teknologi, Patikraja, Banyumas, SMK Bunda Satria, Wangon, Banyumas, SMKN1 Luragung, Kuningan, SMKN 1 Madiun, SMKN 1 Jambu, Ambarawa, SMKN 2 Salatiga, SMK NU Bandar, Batang, SMK Muhammadiyah, Rembang, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK PN2 Purworejo, SMK YKP Magetan, SMK Yosonegoro Magetan dan SMK Teknologi Manufaktur Indonesia, Kuningan.

“Pada akhir masa uji-coba kami harapkan program ini sudah akan bisa menemukan bentuknya yang terbaik dan yang paling efektif yang kemudian akan dibakukan serta ditawarkan untuk diterapkan di sekolah menengah kejuruan lain yang berminat dan bersedia menerapkannya,” kata Ketua YTA Mintarjo Darmali.(Lsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here