BERITABUANA, HANOI – Sejarah tercatat di Vietnam. Saat Dang Thi Ngoc Thinh menjadi Presiden wanita pertama negara tersebut.

Dang Thi, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden, ditunjuk untuk menggantikan Tran Dai Quang, yang meninggal dunia pada pekan lalu. Wanita yang lahir pada tahun 1959 dan memiliki gelar sarjana hukum dan gelar master dalam pembangunan partai ini disumpah pada Minggu (24/9) lalu sebagai Presiden sementara Vietnam.

Ternyata, penunjukan Dang Thi tidak mendapat sambutan positif dari kelompok pemantau dan juga aktivis perempuan dan Hak Asasi Manusia (HAM) di negara komunis tersebut.

“Saya pikir penunjukan Dang Thi menjadi Presiden sementara secara simbolis penting, arti yang lebih luas terbatas pada beberapa wanita yang adalah anggota Partai Komunis,” kata aktivis terkemukan Vietnam, Do Nguyen Mai Khoi.

“Namun harus diingat, bahwa sebagai pemimpin terpilih yang tidak bertanggung jawab kepada publik, penunjukan ini tidak mungkin memperbaiki kondisi bagi sebagian besar wanita di Vietnam,” sambungnya.

Federasi HAM Internasional menyatakan penunjukan Dang Thi tidak ada kaitannya dengan gender dan tidak berpengaruh pada posisi perempuan dalam politik di Vietnam. Menurut badan yang berbasis di Paris itu, penunjukan Dang Thi hanyalah urusan internal partai.

“Penunjukan seorang wanita sebagai Presiden Vietnam mungkin bersejarah. Namun, itu lebih berkaitan dengan politik partai internal daripada gender,” kata Andrea Giorgetta, direktur Asia untuk Federasi HAM Internasional.

“Kenyataannya adalah, jumlah perempuan dalam posisi pengambilan keputusan di semua tingkat politik di Vietnam masih rendah dan mencerminkan stereotip gender yang mengakar kuat tentang peran perempuan dalam masyarakat negara itu,” ungkapnya.

Vietnam sejatinya tidak memiliki penguasa penting dan secara resmi dipimpin empat pilar, yakni Presiden, Perdana Menteri, kepala Partai Komunis, dan ketua Dewan Nasional. Presiden di Vietnam dianggap memiliki peran yang lebih seremonial. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here