BERITABUANA, ISLAMABAD – Imran Khan, Perdana Menteri (PM) Pakistan, mengecam India yang ia sebut arogan. Karena membatalkan sepihak pembicaraan damai tingkat tinggi pertama kedua negara.

Menurut Khan, ada orang-orang yang duduk di kantor pemerintahan New Delhi yang menentang perubahan dalam hubungan kedua negara. India pada Jumat (21/9), membatalkan pertemuan antara para menteri luar negeri dari kedua negara bersenjata nuklir itu. Padahal, pertemuan sudah direncanakan digelar di sela-sela forum Majelis Umum PBB bulan ini.

Kementerian Luar Negeri di New Delhi mengatakan keputusannya adalah untuk memprotes pembunuhan personel keamanan India di Kashmir dan sebuah sikap Pakistan yang ‘mengagungkan’ seorang separatis anti-India di wilayah Himalaya.

Pakistan menggambarkan alasan India sebagai alasan untuk memungkinkannya menghindari pembicaraan penting tersebut. PM Khan, mantan kapten tim nasional kriket Pakistan, mengecam sikap India melalui Twitter.

“Kecewa pada respons arogan dan negatif oleh India atas seruan saya untuk memulai kembali dialog perdamaian,” tulis Khan, Sabtu (22/9).

“Namun, sepanjang hidup saya, saya telah menemukan pria-pria kecil yang menempati kantor-kantor besar yang tidak memiliki visi untuk melihat gambaran yang lebih besar,” lanjutnya.

Dimulainya kembali pembicaraan damai telah terhenti selama bertahun-tahun karena masalah sengketa wilayah Kashmir. Kedua negara itu sama-sama memiliki klaim di wilayah itu.

Pakistan dan India telah terlibat tiga perang sejak lepas dari pendudukan Inggris pada 1947 atas wilayah tersebut. Pemerintah India yang dipimpin PM, Narendra Modi, telah menegaskan Pakistan harus bertindak melawan militan Islamis Kashmir. Namun, menurutnya, Pakistan masih membantu kelompok-kelompok dari bagian Kashmir yang mereka kuasai. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here