BERITABUANA, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Aceh bersama dengan berbagai mitra yang tergabung dengan Coalition for Sustainable Livelihoods mengadakan lokakarya “Membangun Koalisi untuk Kehidupan Sejahtera dan Berkelanjutan” di Hotel Grand Ashton, Medan, baru-baru ini.

Sebagaimana disampaikan Herudojo Tjiptono, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lewat siaran persnya yang diterima beitabuana, Jumat (21/9/2018), disebutkan bahwa lokakarya ini diselenggarkan atas keinginan yang kuat secara kolaboratif antara pihak pemerintah, LSM/NGOs, dan swasta untuk mencapai tujuan bersama bagi kesejahteraan petani kecil, produksi pertanian yang berkelanjutan dan konservasi di Sumatera Utara dan Aceh.

“Luas hutan di Indonesia adalah 120,7 juta ha atau sekitar 63% dari luas daratan Indonesia. Sementara ada 10,2 juta penduduk miskin yang berdomisili di sekitar hutan (36,73% dari total penduduk miskin di Indonesia),” bebernya.

Ditambahkan, akses pengelolaan hutan di zaman dahulu mayoritas oleh pemerintah, kemudian beralih kepada perusahaan swasta, dan sekarang mulai memberikan akses legal kepada masyarakat melalui mekanisme perhutanan sosial.

Pada pidato pembukaan Gubernur Sumatera Utara, yang dibacakan oleh Binsar Situmorang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengatakan bahwa, sektor perkebunan khususnya industri dan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor andalan bagi perekonomian Sumut dengan nilai ekspor rata-rata US$ 4 M per tahun dalam kurun waktu tahun 2012-2017.

Salah satu tantangan adalah meningkatkan komitmen dari para pihak yang terlibat untuk melakukan usaha yang berkelanjutan.

“Untuk itu, inisiatif koalisi seperti ini menjadi jembatan untuk mulai mengatasi tantangan yang ada dan meminimalisir dampak kerusakan lingungan akibat aktivitas perkebunan,” tambah Binsar dalam pemaparannya.

Sebagai bagian dari koalisi ini, Vice President, Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra menegaskan bahwasa koalisi ini bukan soal satu institusi, tapi usaha bersama.

“Mitra yang sudah siap memulai inisiatif ini antara lain: Conservation International (CI), IDH Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), The Livelihoods Funds, Mars Wrigley Confectionery, PepsiCo, The Forest Trust (TFT), dan United Nations Development Program (UNDP). Koalisi ini terbentuk,” tuturnya. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here