BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak untuk segera mengeluarkan P21 untuk Kasus penipuan yang dilakukan Jeremi Thomas terhadap Warga Negara Asing Patrick Alexander Morris perihal dana investasi senilai Rp 25 miliar untuk mengembangkan Villa Kirana di Ubud, Bali.

Patrick Alexander Morris bersama sama dengan Kuasa Hukumnya Ida Bagus Putu Astina bertemu Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rochmad, di Kejagung.

“Kasus ini sudah dari tahun 2014 masih berkutat di P19, Patrick selaku warga negara asing meminta perlakuan hukum yang sama,” kata kuasa hukum Ida Bagus Putu Astina kepada wartawan.

Kasus ini sebelumnya ditangani di Gianyar Bali, namun pernah di SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) lalu Patrick melakukan praperadilan dan disetujui.

“Kini ditangani di Polda Metrojaya karena tersangka Jeremi Thomas bertempat tinggal di Jakarta,” lanjut Ida Bagus.

Menurut informasi Kejaksaan enggan untuk menyatakan P21 terhadap kasus yang melibatkan artis terkenal tersebut, “Sebenarnya berkas menurut penyidik sudah lengkap, karena sudah empat tahun,” kata Ida Bagus.

Kuasa Hukum juga menyampaikan hasil dari pertemuan dengan Noor Rochmad bahwa kasus penipuan ini akan segera dilakukan gelar perkara.

Kasus ini berawal ketika Patrick menunjuk Jeremi Thomas untuk mengembangkan bisnisnya yang berupa Villa Kirana dengan membuat spa dan restoran, diketahui Jeremi menerima tambahan dana senilai Rp 25 miliar namun yang diserahkan ke Patrick hanya sebesar Rp 1,5 miliar.

Dari kedua belah pihak pernah malakukan mediasi dan belum ada titik temu, yang akhirnya Patrick menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikannya.

“Saya berharap akan mendapatkan kepastian hukum,” ujar Patrick kepada wartawan. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here