BERITABUANA.CO, JAKARTA – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman dan Nadia Mulya, anak mantan Deputi Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya kembali mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kelanjutan penanganan kasus Bank Century.

“Jadi sebenarnya sih tidak hanya sekadar melaporkan saja dari pihak MAKI kan juga ada beberapa berkas yang mau disampaikan sekaligus, ya mungkin aku ke sini sebagai pengingat saja bahwa memang kasus ini sampai dengan sekarang bapak saya sudah dipenjara hampir 5 tahun belum ada kemajuan juga,” kata Nadia, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/9).

Ia pun juga menyinggung soal pemberitaan media asing Asia Sentinel terkait kasus Bank Century tersebut.
“Jadi, dengan momentum saat ini mungkin juga teman-teman semua tahu ya dari media asing bahkan yang sudah membuka dan mendesak kok tidak ada kemajuan apa-apa. Jadi, ya mungkin ini momentum saja agar mengingatkan KPK bahwa janji yang dari dulu untuk segera menuntaskan kasus ini sampai sekarang belum juga ada hasil,” kata Nadia menambahkan.

Terkait kadatangannya, Nadia juga telah menyerahkan berkas kepada KPK soal Bank Century itu.  “Ya, menurut saya juga sebagai sebuah lembaga negara yang besar sampai-sampai ini mendapatkan dari pemberitaan dari media asing yang juga meragukan sendiri kemampuan KPK untuk menuntaskan kasus ini menurut saya sih buat ‘tendangan’ yang cukup telak ya ke KPK,” katanya.

Sebelumnya, MAKI mempraperadilankan kembali KPK karena amar putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.: 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel menyatakan memerintahkan termohon (KPK) untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.

“Dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama Terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannya kepada kepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,” katanya pula.

Namun kenyataannya sampai saat ini KPK belum melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka, sehingga haruslah dimaknai KPK melawan perintah putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.: 24/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here