BERITABUANA, JAKARTA – Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (PKTN Kemendag), Veri Anggrijono menyatakan, tidak ada tempat bagi para mafia perdagangan berbagai komoditas pangan maupun non pangan untuk melancarkan sindikatnya di dalam negeri.

“Saya sikat semua. Pokoknya para mafia yang berbisnis secara illegal pasti berhadapan dengan kami. Jangan coba-coba coba,” tegas Veri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/9/2018) kemarin.

Dia mencontohnya langkah tegas dilakukan dengan bekerja sama dengan Bareskrim Polri yang secara ream Menahan pemain Gula Kristal Rafinasi (GKR) bernama Khatimah Putri Wahtuti (KPW) yang kini tengah ditetapkan sebagai terangka.

“Alhamdulillah. Hasil koordinasi Ditjen PKTN dengan Bareskrim Polri tentang pengawasan Gula Rafinasi, pelaku perembesan ditahan di Bareskrim,” tambah Veri.

Maka itu, dia meminta para pedagang harusnya berpikir bahwa berdagang secara fair itu jauh lebih baik dari pada main black market.

“Ini kriminal. Tindakan tegas ini juga terkait dengan perlindungan konsumen,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan wanita itu ditahan, Minggu (16/9/2018) lalu. Dia distributor GKR. Terbukti membeli gula dari pabrik gula PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU).

Diduga memalsukan dokumen izin usaha industri (IUI)/tanda daftar industri (TDI) dengan pabrik GKR PT PDSU dan PT Makassar Tene agar dapat menjual lebih banyak.

“Keterangan tersangka 2 pabrik GKR yang menyuruh merubah TDI asli yang 6 ribu ton menjadi 60 ribu ton,” jelas Dedi.

Dari bisnis patgulipat itu oknumomafia itu mendapat untumg besar dari penjualan GKR ilegal itu. Misalnya Rendy, pemasaran PT PDSU, dapat bagian Rp1,220 miliar. Wendi, Direksi PT Makassar Tene, Rp60 juta.

Dedi menambahkan bahea Bareskrim Polri masih msngembangkan kasus ini. Selqin terangka pihaknya sudah periksa 6 saksi.

“Ini terkait pengamanan 36 ton GKR di sebuah toko di Magelang, baru-baru ini,” katannya. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here