BERITABUANA, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah mengatakan, upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menalangi sebesar 5 Triliun kepada BPJS Kesehatan, tidak akan membuat badan tersebut selamat.

“Dana talangan yang akan digelontorkan itu hanya untuk membayar hutang BPJS Kesehatan saja. Kan defisit itu artinya hutang. Artinya, kalau mau nalangin, 11 Triliun itu baru men-cover hutang. Karena defisit itu ngambil dari mana?” tanya Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Fahri mengungkapkan, saat melakukan pertemuan dengan jajaran BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu, ada opsi pihak BPJS yang meminta supaya bisa mengelola aset-aset BPJS yang ada, bisa diinfestasikan dan sebagainya. Sayangnya, regulasi yang mengatur keleluasaan mereka untuk itu tidak ada, ditahan oleh Menkes.

“Artinya kalau mau sekedar nalanganin, itu harus di atas 11 Triliun. Baru itu bisa jalan kembali, dari nol pun itu. Bagaimana modal kelanjutannya, ya kita nggak tau,” ujarnya.

Dikatakan Fahri, persoalan defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan adalah ujian bagi pemerintahan Jokowi, apakah dia mampu memenuhi janji-janjinya. “Saya kira itu,” tutup politisi dari PKS itu. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here