Digagas Letjen TNI AM. Putranto, Baksos Adventure Akabri 87 Comunity Pererat Kebersamaan

BERITABUANA, BANDUNG – Deru mesin-mesin kendaraan 4×4 dengan ban besar bersautan jelang perjalanan bakti sosial menuju ke kawasan Parompong dan Rancabali, Bandung Barat, Jawa Barat, di kegiatan Adventure Akabri ’87 Comunity.

Ratusan pecinta otomotif offroad dari berbagai komunitas pun bersemangat untuk menjajal track di sekitar perkebunan teh daerah Ciwidey.

Kegiatan yang digagas oleh Dankodiklatad, Letjen TNI A.M Putranto tersebut, bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara masyarakat sekitar diarea latihan dengan pecinta otomotif offroad. Bukan hanya itu, kegiatan ini pun menjadi ajang perkenalan dirinya untuk sinergitas dengan instansi lain termasuk Polda Jawa Barat.

Lebih dari 100 kendaraan offroad berbagai jenis hadir di arena tersebut. Dengan start dari Markas Komando Pendidikan Latihan Angkatan Darat Kota Bandung menuju Yon Kav Berkuda daerah Parompong, Bandung Barat.

Selanjutnya meneruskan perjalanan ke Ciwidey Rancabali dengan dibagi menjadi empat kelompok lebih kecil — sebagai cara agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Dengan pengawalan dari jajaran Polda Jawa Barat, konvoi pun melintasi jalan-jalan umum. Sepanjang jalan nampak masyarakat menyambut meriah iring-iringan kendaraan garang tersebut. Butuh waktu satu jam untuk sampai di Glamping Rancabali.

Walaupun matahari masih terik, namun udara sudah terasa dingin. Membuat perut para peserta ‘Keroncongan’, sehingga memaksa rombongan singgah di Resto Pinisi untuk menikmati makanan penghapus lapar. Tak lupa, solat Dzuhur berjamaah dilakukan.

Disela-sela waktu isoma itu, panitia memberikan informasi terkait track offroad lintas perkebunan teh yang akan dilalui para offroader. Tidak terlalu berat untuk para offroader senior, karena kegiatan ini hanya fun Adventure.

Kemudian, persiapan melanjutkan perjalanan pun dilakukan, dari perbekalan hingga mengecek kondisi mobil yang akan ikut dalam perjalanan membelah perkebunan teh.

Sebagai penggagas acara, Letjen A.M Putranto pun menjadi yang pertama start, disusul Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Letjen TNI M. Herindra serta para peserta lainya.

Tepat pukul 16.15 WIB, rombongan yang melaksanakan adventure kembali ke tenda penginapan. Mereka beristirahat, berbersih dan solat berjamaah. Menunggu malam, para peserta bercengkrama satu dengan lainnya. Acara pun berlanjut dengan makan malam dan pembagian doorprize.

Pada pukul 00.00 WIB, Letjen TNI A.M Putranto menginstruksikan kepada seluruh peserta untuk berkumpul di lapangan yang terletak persis di belakang tenda penginapan. Dalam hitungan menit para peserta membentangkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu padamu negeri.

“Ide ini muncul ketika usai melaksanakan sholat Magrib. Maksud dan tujuannya adalah agar lebih kuat dan erat rasa persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dalam Community. Kami tidak berpolitik dan tidak ada kepangkatan di sini, kami mengedepankan rasa kebersamaan dan cinta damai,” jelas Putranto.

Usai acara para peserta kembali ke tenda penginapan untuk beristirahat. Pagi harinya jam 07.00 WIB, para peserta sarapan pagi bersama dan disuguhkan foto-foto candid yang disajikan oleh panitia. Suasana pun menjadi riuh karena peserta tidak tahu jika difoto, senyum dan tawa dari peserta menambah semangat detik-detik perpisahan.

Pemersatu Community Offroader

Kegiatan yang berlangsung sejak 15-16 September tersebut cukup berkesan bagi para peserta. Sebagai Dankodiklatad, sosok Letjen TNI A.M Putranto pun dianggap sukses mempersatukan para offroader dari berbagai daerah.

Seperti yang diungkapkan Harobin Mustofa, ketua umum Jeep Palembang Nian (JPN), yang juga Sekda Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Ia jauh-jauh ke Bandung mengaku hanya untuk memenuhi undangan dari Putranto yang sebelumnya juga sebagai pembina JPN saat menjabat Pangdam Sriwijaya.

“Sosok Putranto dapat mempersatukan komunitas offroad di Sumatera bagian selatan yang meliputi Lampung, Palembang, Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi. Ada 18 Comunnity Offroad saat ini yang tergabung di JPN. Dahulu kami bergerak sendiri-sendiri, sebelum Putranto,” ungkapnya.

Menurut Harobin, meskipun Jendral bintang tiga, Putranto sangat rendah hati. Bahkan di acaranya kali ini, sebagai panitia ia melayani peserta dengan baik dan ramah.

“Tidak jarang jika saat offroad ada yang kesulitan beliau turun langsung membantu narik sling atau yang lainnya. Hal inilah yang sangat terkesan untuk kami,” ucapnya.

Hal itu senada diungkapkan Anto Bambang, offroader senior asal Palembang. Menurutnya, dengan jiwa kepemimpinan yang baik, Putranto bisa menjadi sahabat dan juga kakak bagi para offroader lainnya. Banyak pesan berharga yang telah diterima Anto dari Putranto.

“Beliau selalu mengingatkan dalam Community untuk tidak berpolitik. Lalu jangan melihat pangkat dan golongan, utamakan kebersamaan dan kekompakan. Saling membantu sesama dan jangan sampai merugikan orang lain,” ujarnya. (Badar)

91 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *