Kata Pengamat, Partai Patut Disalahkan Jika Anggotanya Korupsi

BERITABUANA, JAKARTA -Kasus dugaan korupsi massal oleh anggota DPRD seperti Provinsi Jambi dan Kota Malang, tidak lepas dari kelemahan partai politik ketika menyaring calon-calon anggota DPRD nya. Mereka tidak di screening dengan baik, tetapi cenderung asal-asalan misalnya karena pengaruh uang dan pengaruh kekuasaan.

“Saya kira awalnya itu pada waktu perekrutan calon-calon anggota dewan tidak di screening dengan serius,” kata pengamat dan penggiat anti korupsi Adilsyah Lubis menjawab beritabuana di Jakarta, Jumat(14/9/2018).

Hal ini menanggapi kasus 41 anggota DPRD periode 2014-2019 Kota Malang, Jawa Timur yang sudah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK). Mereke diduga menerima suap dari Wali Kota Malang non aktif Moch Anton dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kota Malang Jarot Edy Sulistiyono untuk kelancaran penetapan rancangan peraturan daerah Kota Malang tentang APBD P tahun anggaran 2015. Jumlah uang suap yag diterima enggota DPRD itu bervariasi, mulai dari Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta.

Kasus yang sama juga sebelumnya ditangani KPK di DPRD Provinsi Jambi yang melibatkan Gubernur non aktif Zumi Zola. Sejumlah anggota termasuk pimpinan DPRD Provinsi Jambi diduga meminta uang untuk memuluskan pembahasan rancangan Peraturan daerah tentang APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018. Uang ketok palu ini diperkirakan sebesar Rp 16 miliar.

Adilsyah Lubis mengaku sangat prihatin melihat rapuhnya moralitas para poltisi lokal saat ini. Namun kata dia, anggota DPRD yang terjerat korupsi itu tidak bisa begitu saja dipersalahkan. Partai politik mau tidak mau ikut bertanggung jawab karena awalnya sudah terjadi kesalahan yaitu longgarnya screening yang dilakukan.

“Sejatinya, setiap kader partai yang mau jadi calon anggota dewan harus bersih lingkungan, jangan karena seseorang punya duit, maka lolos lah dia sebagai calon,” ujarnya.

Dari awal katanya lagi, tidak dilakukan penyaringan secara ketat, dipilih sembarangan.

“Menelusuri dan meneliti rekam jejak setiap calon itu sangat penting, sehingga dapat mengetahui moralitas calon yang mau diikutkan dalam pemilu,” kata Adilsyah seraya menambahkan bahwa yang terjadi adalah calon dengan moralitas yang rapuh tetapi lolos menjadi calon dan terpilih menjadi anggota Dewan. {Ndus)

27 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *