BERITABUANA, JAKARTA – Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi memenuhi panggilan Polresta Depok untuk diperiksa sebagai tersangka terkait dengan kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, Jawa Barat.

“Hari ini Kamis tanggal 13 September 2018 pukul 09.00 WIB, saudara Nur Mahmudi Ismail di dampingi tim penasehat hukumnya memenuhi panggilan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pada kagiatan penggadaan tanah untuk pelebaran Simpang Jl. Raya Bogor- Jl. Nangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada www.beritabuana.co, Kamis (13/9/2018).

Sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Depok Harry Prihanto juga sudah diperiksa tim penyidik Polresta Depok yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut pada Rabu (12/9/2018).

Pemeriksaan Harry dilakukan mulai pukul 09.30 WIB s.d 21.30 WIB di Ruang Sat Reskrim Polresta Depok. Saat diperiksa Harry didampingi dan setelah selesai pemeriksaan tim Penasehat hukumnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan Nur Mahmudi dan Mantan Sekda Depok Harry Prihanto sebagai tersangka terkait dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok.

Status tersangka itu, telah disandang Nur Mahmudi sejak 20 Agustus 2018 lalu. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here