Rainaldo Adam.

Oleh: Rainaldo Adam
KONFERENSI Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan Jilid Dua (World Parliamentary Forum on Sustainable Development/WPFSD yang mengusung tema Kemitraan Menuju Energi Berkelanjutan bagi Semua, hari ini, Kamis (13/9/2018), resmi berakhir. Selama dua hari menggelar rapat, berbagai hal terkait upaya pemanfaatan energi baru terbarukan, dibahas khusus oleh perwakilan 45 perlemen negara-negara dunia, yang antara lain lain adalah upaya meningkatkan peran parlemen dan juga partisipasi kaum perempuan. Sore hari ini, tercapai kesepakatan berisi empat poin penting, yang diikat dalam sebuah perjanjian bernama Komitmen Bali.

Bahkan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat membuka WPFSD ke-2 berharap Indonesia harus membuat lompatan yang dahsyat untuk menjadi subjek energi tebarukan, seperti yang dilakukan Korea dengan energi surya-nya. Sehingga kedepan, Indo tdak hanya menjadi obyek atau market dari insdusti ini, melainkan menjadi subyek dari energi tebarukan ini. Politisi Partai Golkar itu, Indonesia juga harus menjadi pemimpin di bidang ini (energi terbarukan), dalam rangka menggerakan dan membangun semangat konsep energi tebarukan, menghindari energi-energi yang dapat mengeksploitasi alam seperti fosil.

“Memang, energi fosil itu menjadi tantangan kedepan ‘tidak bisa memberikan dampak baik bagi lingkungan’, efeknya eksploitasi lingkungan.,” ujarnya seraya juga berharap WPFSD dengan semangat yang diprakarsa parlemen Indonesia, tentu energi lainnya patut untuk di bangun.

Dirinya juga berharap, Indonesia menjadi semangat dalam membangun konsep dan gagasan yang juga harus dipikirkan mengenai mekanisme atau cara untuk menghasilakkan enegi tebarukan dari bebagai sumber-sumber energi terbarukan yang tersedia saat ini.

“Oleh karena itu, kita harapkan dalam petemuan yang berlangsung beberapa hari ini di Bali, akan melahirkan suatu komitmen, deklarasi, dan juga kebesamaan dalam rangka mengawal berbarbagai hal isu penting, dimana sub terpenting mengenai lingkungan, SDM, dan hubungan harmonis dari berbagai belahan bangsa di dunia, yang diharapkan menjadi salah satu cara mendapatkan satu kedamaian dunia,” katanya.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat membuka WPFSD ke 2 di Bali. (Dok. Pemberitaan DPR)

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta, seluruh peserta konferensi sepakat untuk meningkatkan kesadaran di negara masing-masing untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). “Kemudian yang kedua, semua sepakat membangun mekanisme yang diperlukan bersama pemerintahan seiring dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ujarnya.

Lalu, parlemen dunia berkomitmen memperkuat kerja sama parlemen dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka menyesuaikan hasil-hasil konferensi di tingkat nasional dan internasional. Dan, yang keempat, delegasi parlemen dunia mendukung Indonesia tetap menyelenggarakan konferensi terkait SDGs, supaya hasil konferensi ini bisa terpantau implementasinya.

Di tempat yang sama Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf bersyukur karena Indonesia kembali sukses menyelenggarakan konferensi. Dirinya menegaskan, parlemen sebagai lembaga legistatif punya peran penting mengawal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Melalui fungsi legislatifnya, parlemen bisa memberikan dukungan konkret berupa regulasi. Sedangkan dari fungsi anggaran, parlemen berperan menganggarkan dan memastikan berjalannya implementasi SDGs,” tegasnya sembari menambahkan, tahun 2019 Indonesia masih mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara konferensi untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Photo bersama negara-negara peserta WPFSD ke 2 di Bali. (Dok. Pemberitaan DPR)

Sebelumnya, dalam pidato penutupannya, Fadli Zon meyakinan bahwa pertemuan WPFSD ke 2 ini, menghasilkan banyak gagasan dan bisa mengawali tindaklanjutnya pengembangan energi terbarukan ini di masing-masing negara peserta, yang telah digambarkan dalam dekumen hasil pertemuan sebelumnya, yakni ‘Komitmen Bali’.

“Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk mewujudkan perjalan ini guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan, utamanya dalam pengembangan energi terbarukan, sebagai energi altenatif,” tambah Pimpinan DPR RI Kooredinator bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, pengembangan energi terbarukan adalah solusi untuk generasi mendatang, karena ramah lingkungan dengan nol energi karbon. Oleh karena itu, selaras dengan ide global ini, DPR RI akan memperjuangan pengembangan energi terbarukan ini sebagai salah satu bentuk kedaulatan energi. “Saya juga berharap negara peserta WPFSD ini dapat meliatgandakan upaya ini untuk merealisasikan tujuan FDGs, khususnya dalam fungsi kita sebagai parlemen,” ucapnya.

Sekadar diketahui, target Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan adalah mengentaskan berbagai permasalahan, antara lain kemiskinan, kesenjangan regional, perubahan iklim, serta akses sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan pada tahun 2030. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here