Bamsoet Lega Erick Tohir Jadi Ketua Timses Pemenangan Jokowi-Ma’ruf

BERITABUANA, JAKARTA – Ditunjuknya Erick Tohir sebagai Ketua Tim Sukses (Timses) Pemenangan Pilpres dan Walpres Jokowi-Ma’ruf AminJadi, disambut positip oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

“Saya lega. Sebagai ketua DPR RI saya berkepentingan kontestasi pilpres dan walpres 2019 nanti berlangsung aman dan damai,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Minggu (9/9/2018).

Bamsoet tidak heran, sesaat setelah ditunjuk oleh Jokowi, Erick langsung membuat pernyataan yang teduh ditengah panasnya hawa politik akibat #2019gantiPresiden, bahwa dia ingin memeluk Sandi.

Apalagi, ke duanya (Erick-Sandi) merupakan sahabat lamanya yang dulu selalu berada di dekatnya itu, kini menjadi lawan politik yang tangguh dari tim capres dan cawapres yang dipimpinnya kini.

“Saya yakin Erick dan Sandi akan mengutamakan politik santun serta menghindari benturan dan konflik sebagaimana pakem jati diri mereka sebagai pengusaha,” tambahnya lagi.

Politisi Golka itu sendiri mengaku mengenal karakter Erick yang tekun, cermat dan konsisten dua puluhan tahunan yang lalu saat sama-sama mengambil alih sebuah stasiun Radio yang dulu bernama Radio Suara Irama Indah FM dan membangunnya menjadi bisnis yang bagus di tengah-tengah gelombang krisis moneter.

“Stasiun Radio tersebut kini bernama Rado One sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jak 101 FM Radio yang hingga kini masih berjalan baik,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Bamsoet, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhamad Lutfi (bekas Menteri Perdagangan serta mantan Dubes Jepang) dan Wisnu Wardhana (bekas ketua Timses SBY pada pemilu 2014) adalah empat sahabat lama yang membangun Group Mahaka plus Rosan Roeslani (kini menjabat ketua Umum Kadin Indonesia).

“Rosan dan Keempatnya Juga sama seperti saya. Sama-sama tumbuh dan berkembang di organisasi pengusaha muda HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),” jelasnya.

Dalam perjalanannya, tambah Bamsoet, selain menggeluti usaha atau bisnis masing-masing, namun satu sama lain selalu berinteraksi dengan kekuasaan, partai politik dan politik praktis. Terutama dengan senior-senior kami yang lebih dahulu mapan di bisnis dan dunia politik seperti Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Pontjo Sutowo, Japto Soerjosoemarno, MS Hidayat, Airlangga Hartarto, Sutrisno Bachir (PAN) dan lain-lain termasuk Presiden Joko Widodo dulu adalah anggota Hipmi.

“Begitulah. Jadi, sejak lama kami semua yang aktif di HIPMI paham sekali bagaimana itu permainan politik dan bagaimana kita sebagai pengusaha biasa memainkannya untuk memperkuat jaringan dan kekuatan. Tapi, satu hal yang selalu menjadi pakem kami di dunia bisnis, yaitu menghindari konflik dan pantang benturan. Kami selalu menyelesaikan dengan lobi dan win win solution dalam setiap konflik dan masalah. Karena kami meyakini, tidak ada yang diuntungkan jika kita menonjolkan ego dan memakai cara keras-kerasan,” ujar Bamsoet. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *