BERITABUANA, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta melakukan proses konfirmasi dan ricek data yang disampaikan oleh peserta pemilu terhadap daftar pemilih tetap atau DPT yang sudah ditetapkan secara bersama dengan peserta pemilu. Dengan perangkat IT yang ada, akan mudah hal itu dilakukan.

Hal itu disampaikan anggota Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiago Uno, Ferry Mursidan Baldan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

“Jika terjadi koreksi, maka seketika dilakukan pembetulan terhadap DPT. Proses ini pun dilakukan sampai batas waktu yang disepakati, untuk memberi ruang bagi KPU dalam pengadaan logistik,” imbuhnya.

Ferry juga mengusulkan perlu dikeluarkan Peraturan KPU tentang tindakan atau langkah yang harus dilakukan jika menjelang hari H Pemilu masih ditemukan kemungkinan pemilih ganda atau fiktif, misalnya dengan mencoretnya dari DPT di Tingkat KPPS.

“Proses pencoretaan ini perlu ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antara KPU dengan peserta pemilu, misalnya sampai 14 atau 10 hari sebelum hari H,” ujarnya seraya menambahkan kalau logistik (surat suara) yang sudah tercetak dimusnahkan di tingkat PPK.

Sebagai langkah antisipasi kata Ferry, hal ini penting untuk dilakukan, karena sejatinya pemilu adalah simbol peradaban bangsa Indonesia, dan kita sebagai Peserta Pemilu ingin membantu KPU untuk menyelenggarakan pemilu secara bersih, benar dan berkualitas. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here