Di Lombok Barat, Diare dan ISPA Mulai Menyerang Pengungsi

BERITABUANA, LOMBOK BARAT – di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, warga yang mengungsi terdampak gempa mulai terserang penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), dan gatal-gatal menurut petugas medis.

Dokter Basirun, petugas medis yang berada di posko pengungsi Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kamis (7/9), mengatakan sehari ada 100 pengungsi yang ditangani pihaknya di posko pengungsian.

“Kebanyakan pengungsi, dari anak-anak sampai dewasa, mengeluh sakit pernafasan, diare, dan gatal-gatal. Penyebabnya karena lingkungan yang tidak bersih dan berdebu,” katanya.

Menurut Basirun, sebelumnya petugas medis menangani lebih dari 100 orang dalam sehari. Namun, kini jumlahnya mulai menurun.

“Tapi, biar berkurang kami tetap melakukan pengawasan, jangan sampai tambah banyak. Karena mereka tinggal di pengungsian masih lama,” kata Basirun.

Di Desa Guntur Macan, 925 keluarga yang mencakup 2.816 orang masih tinggal di posko pengungsian. Mereka mengungsi sejak gempa bumi mengguncang Pulau Lombok awal Agustus 2018.

Para pengungsi tinggal di 14 titik pengungsian di Guntur Macan, Api Taik, Barat Kokok, Ladungan, Pancor, Poan Selatan, dan Poan Utara karena rumah mereka rusak akibat gempa. Di Desa Guntur, 98 persen rumah warga rusak akibat gempa. (Ant/Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *