Tak Serius Tangani Ojol, ITW Anggap Pemerintah Berternak Konflik dan Tinggal Tunggu Waktu

BERITABUANA, JAKARTA – Keberadaan angkutan umum berbasis aplikasi baik roda empat maupun roda dua atau ojol hingga saat ini masih ilegal. Karena belum memenuhi persyaratan yang diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Sayangnya, pemerintah tidak memiliki keseriusan untuk menuntaskan tentang status keberadaan ojol. Justru pemerintah seperti beternak konflik yang tinggal menunggu waktu,” kata Ketua Presidium Indonesia Traffict Watch (ITW), Edison Siahaan, Rabu (5/9/2018).

Menurut Edison, status ojol bukan merupakan angkutan umum, sehingga para awak ojol berupaya untuk tetap eksis dengan cara membentuk kelompok-kelompok.

Sayangnya, kembali Edison menegaskan, solidaritas yang mereka bangun sering digunakan sebagai identitas untuk melakukan aksi yang membuat masyarakat menjadi takut.

Bahkan, tambah Edison, keberadaan ojol sudah seperti kelompok yang bisa melakukan apa saja di jalan raya. Selain arogan, kelompok ojol juga menjadi teror menakutkan bagi masyarakat pengguna jalan .

Karenanya Edison pun meminta kepada Polri untuk melakukan tindakan tegas terhadap ojol yg mengganggu kamtibmas apalagi melanggar hukum.

“Termasuk yang baru saja terjadi pengemudi ojol dengan seenaknya menghakimi pengemudi sepeda motor lainnya hingga terluka. Saya dapat kabar terluka karena dipukul dengan helm,” kata Edison.

Kejadian, lanjut Edison, pengemudi ojol harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Agar menjadi pelajaran bagi pengemudi ojol lainnya tidak berbuat yang sama.

Wartawan Dianiaya Ojol

Yang dimaksud Edison sendiri itu adalh Koorlip Beritasatu TV, Bobby menjadi korban penaniayaan yang dilakukan pengebudi ojek online, Ardian di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (4/9/2018).

Bobby mengatakan saat itu dirinya sedang melintasi kawasan Cikini bersama istrinya yang sedang dalam perjalanan pulang.

“Awal kejadianya saya lagi jalan sama istri, pas di CFC Cikini, saya nyalip pelaku dari kanan,” katanya di Polsek Menteng, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Setelah menyalip motor pelaku. Ardian tidak menerima. sehingga motor Bobby ditabrak olehnya dibagian kiri.

“Saya nyalip dia nabrak ban belakang saya,” ungkapnya.

Setelah ditabrak, adu mulut pun tidak terelakan, bahkan saking kesalnya Ardian terhadap korban. Ardian memukul menggunakan helm ke bagian kepala korban.

“Dia langsung mukul, saya balik mukul,” tuturnya.

Korban sadar, bahwa di lokasi ada istrinya sehingga dirinya mencoba menyelamatkan istrinya karna khawatir terdampak amukan pelaku.

“Saya takut istri saya kenapa-napa, saya selamatin dia. tapi pelaku tetap menghajar saya,” bebernya.

Selain dihajar pelaku, korban juga sempat dikelilingi para pengebudi ojek oline lainnya, bahkan ada salah satu pengebudi ojol memegang pundaknya.

“Secara psikologis saya terintimidasi meski tidak ikut mukul, tapi ada yang megangin saya,” tuturnya.

Karena suasana semakin panas, akhirnya korban berlari ke arah Polsek untuk membuat laporan.

“Ini urusannya massa,saya lari ke polsek untuk membuat laporan, beruntung kurang dari satu jam pelaku berhasil ditangkap,” tutupnya. (Min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *