BERITABUANA, JAKARTA – Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap mafia tanah di
Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Biang dari pemalsuan tersebut adalah A, mantan kepala desa setempat.

A sendiri, menurut Wadirkrimum AKBP Ade Ary, saat mengotaki pemalsuan AJB dan dokumen tanah warga masih menjabat sebagai keplala desa.

Kemudian ditangkap juga mantan camat setempat, AS, dan masing-masing H, B, S dan SH mereka jadi tersangka atas jual beli tanah yang suratnya dipalsukan.

“Saya jelaskan A kepala desa dan AS camat,” ujar Ade dalam keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/9/2018).

Menurut Wadir, obyek tanah yang terletak di Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi itu bisa terjual padahal fisiknya justru dikuasai oleh pelapor.

“Para pelaku mememperjual-belikan ribuan meter tanah, padahal sedang ditempati oleh pemiliknya,” imbuh Ade.

Dari hasil pemeriksaan para pelaku memiliki peran berbeda untuk meyakinkan pembeli.

Oknum Camat, Kades dan Sekdes diduga secara bersama memalsukan sebanyak 163 buku Akte Jual-Beli.

“Semua akte jual beli ditandatangani oknum camat pertanggal 31 Desember 2011,” paparnya.

Pengakuan mantan Kades, mereka mendapat Rp 10 juta untuk satu surat akte tanah. “Uang tersebut dibagi ramai-ramai,” sebutnya.

Penyidik menjerat mafia tanah oknum pegawai Pemerintah dengan pasal 263, 264, 266 jo Pasal 55 KUHP dengan pidana penjara 6 tahun. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here