Kejati Sumut Buru Tersangka Korupsi APBN Rp40 Miliar lebih

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) hingga kini masih terus memburu seorang buronan tersangka berinisial TFK, Direktur Mitra Multi Communication, kasus dugaan korupsi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemprov Sumut senilai Rp40,8 miliar dana APBN Tahun Anggaran 2015.

“Tim Intelijen yang dipimpin Asintel Kejati Sumut Leo Simanjuntak, terus mencari hingga dapat tersangka korupsi yang telah berstatus daftar pencarian orang (DPO),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada wartawan, di Medan, Selasa (4/9).

Tim Intelijen tersebut, menurutnya, terus memantau persembunyian buronan tersangka korupsi yang telah cukup lama menghilang dan sampai saat ini tidak diketahui.

“Kejati Sumut bertekad harus dapat menemukan pengusaha yang status tersangka korupsi merugikan keuangan negara tersebut,” ujar Sumanggar.

Dia mengatakan, pihak Kejati Sumut sudah meminta bantuan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dan kepolisian mencari hingga dapat tersangka korupsi itu.

Bahkan, institusi hukum tersebut telah menyebarkan foto tersangka korupsi di seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) di tanah air, dan beberapa institusi pemerintah agar dapat diketahui.

“Bagi masyarakat yang melihat tersangka, segera melapor ke kantor Kejati maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, untuk dapat diamankan,” ucap mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Sumanggar menambahkan, ditetapkannya tersangka jadi buronan, karena TFK tidak kooperatif dan beberapa kali dilayangkan pemanggilan oleh Kejati Sumut, namun tidak pernah hadir atau mangkir.

Kejati Sumut juga sudah melakukan pencarian tersangka di Jakarta, dan beberapa daerah lainnya, namun belum ditemukan.

“Tersangka saat ini, masih buronan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus korupsi,” kata juru bicara Kejati Sumut itu.

Kejati Sumut telah menetapkan empat tersangka, dalam dugaan kasus korupsi di Bapemas Provinsi Sumut senilai Rp40,8 miliar, tahun 2015. Keempat tersangka itu, yakni berinisial ES, PPK di Bapemas Provinsi Sumut.

Kemudian, tersangka TFK, Direktur Mitra Multi Communication, BS, Direktur PT Proxima Convex, dan RJP, Direktur PT Ekspo Kreatif Indo.

Tersangka BS dan RJP telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan.

Sebelumnya Kejati Sumut juga menetapkan satu tersangka lain dalam kasus itu, yakni Direktur PT Shalita Citra Mandiri berinisial MN, Namun, MN meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta, Sabtu (25-2-2017), akibat penyakit jantung sehingga status hukumnya otomatis gugur dan penyidikan terhadapnya juga dihentikan. Oisa/ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *