Bawaslu Harus Tegas Dengan Sikapnya, Jangan Ikuti Kemauan KPU

BERITABUANA, JAKARTA – Perbedaan sikap antara Bawaslu dengan KPU soal bekas narapidana korupsi maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg), menimbulkan polemik. Pasalnya, Peraturan KPU yang melarang bekas napi korupsi nyaleg tidak diindahkan oleh Bawaslu, yang justru meloloskan mereka untuk nyaleg.

Menyikapi polemik tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berbicara dalam Forum Legislasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018) justru membela Bawaslu agar tidak terpengaruh oleh PKPU tersebut.

“Bagja dan Bawaslu harus kekeh, karena KPU dalam hal ini adalah KPU yang terintimidasi oleh KPK,” sebut politisi dari PKS itu.

Padahal, lanjut Fahri lagi, dalam Undang-Undang tidak diatur kalau KPU boleh membuat peraturan, termasuk Peratuan KPU tentang mantan narapidana korupsi sebagai bakal calon legislatif (bacaleg).

Lantas dirinya membeberkan hasil rapat konsultasi antara DPR dengan KPU beberapa waktu lalu.

“Saya nggak tau seberapa kuat daya tahannya Bawaslu ini tetapi saya berharap dia bertahan. Kita sudah rapat konsultasi dengan KPU, dan saya termasuk yang agak emosi dengan KPU, sampai nyerah dan sampai mengeluarkan PKPU itu, alasanya karena sudah ada dengar pendapat dengan masyarakat, para ahli. Itu yang saya gebuk meja dan saya marah, sampai pak Utut (sesama pimpinan DPR) juga gebuk meja dan marah,” bebernya. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *