Na Dhien, Menebus Janji Lestarikan Geguritan di Gombong

BERITABUANA, JAKARTA – Na Dhien, penyair nasional dari Jawa Tengah, terus berkiprah. Kali ini, kembali dengan “Mung Ngabekti”, kumpulan geguritannya, Na Dhien akan memberikan apresiasi.

Jika yang pertama di Balai Bahasa Jawa Tengah awal 2018. Kemudian, yang kedua di Perpustakaan MPR, Mei. Kini, di Roemah Martha Tilaar, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tegah, 8 September.

Na Dhien yang baru saja pulang dari Tegal untuk tampil dalam peluncuran antologi bersama “Pendakian” produk Dewan Kesenian Tegal, menjelaskan, kenapa ia memilih Gombong sebagai kelanjutan gelar sastranya.

“Mengapa Gombong? Ini bisa disebut reuni dan menebus janji untuk melestarikan geguritan bersama komunitas seni budaya Gombong yang pernah saya lakukan pada 2015 lalu bila buku geguritan saya terbit,” kata Na Dhien, Minggu (2/9).

“Tetapi, intinya adalah mengajak anak-anak muda, terutama remaja untuk tetap mencintai Bahasa Ibu, yaitu bahasa daerah. Apa pun sukunya, bahwa dari bahasa daerah kita akan temukan banyak filosofi hidup, pelajaran budi pekerti, dan karakter bangsa Indonesia yang unik beragam dan menyenangkan lho,” lanjutnya.

Bagi Na Dhien, Gombong itu giat seni, budaya, dan sastranya bagus. Banyak remaja yang bersama para generasi sebelumnya berkolaborasi. Jadi, akan selalu membuat kangen berinteraksi budaya dengan mereka. Dan, di Roemah Martha Tilaar itulah wadah mereka berkesenian. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *