Golkar Bantah Uang Suap Eni Saragih untuk Munaslub Golkar, Ace: Pak Airlangga Tak Pernah Menugaskan Eni

BERITABUANA, JAKARTA – Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membantah pernyataan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulana Saragih yang menyebut ada aliran dana suap ke Munaslub Partai Golkar. Menurutnya, itu pernyataan sepihak dan sama sekali tidak benar. Karena Ketua Umum Airlangga Hartato tidak pernah menugaskan Eni untuk mencari sumber pendanaan partai yang melanggar undang undang.

“Sama sekali tak benar pernyataan Ibu Eni itu. Cara-cara seperti itu justru kami hindari dan kami tentang. Itu tidak mencerminkan tagline yang kami usung yaitu Golkar bersih,” kata Ace, Sabtu (1/9/2018).

Menurut Ace, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto, berkomitmen untuk terus mewujudkan “Golkar Bersih”. Karena itu, setiap sumber pembiayaan partai berasal dari sumber-sumber keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan masuk ke rekening resmi Partai Golkar.

Selain itu, Airlangga selalu meminta kepada seluruh kader untuk tidak melakukan tindakan tidak terpuji termasuk korupsi.

Namun begitu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyampaikan bahwa KPK akan membuktikan aliran uang suap mantan wakil ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih ke acara Musyawarah Nasional Luar (Munaslub) Golkar pada pertengahan Desember 2017.

Eni sendiri saat itu diketahui menjabat sebagai Bendahara Pelaksana Munaslub ketika menerima suap sebesar Rp 6,25 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

“Ya semua orang boleh menyangkal, boleh membantah ya, tapi nanti akhirnya di pembuktian gitu kan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Pulau Ayer.

Alex mengatakan bahwa uang yang dimiliki Eni tak bisa dipisahkan dari uang yang diterima Kotjo. “Terlebih, Eni juga sudah menyampaikan uang tersebut digunakan untuk Munaslub,” ujarnya.

Bahkan, sambung Alex, Eni juga selalu melapor kepada mantan menteri sosial Idrus Marham, setiap menerima uang dari Kotjo.

Sebelumnya, usai diperiksa penyidik Eni mengakui sebagian uang yang dirinya terima dari Kotjo digunakan untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, Eni tak menyebut secara pasti jumlah uang suap yang masuk ke kegiatan partai berlambang pohon beringin itu. (Ndus/Isa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *