Partisipasi Politik, Jadi Ukuran Bagi Demokrasi

BERITABUANA, JAKARTA – Anggota MPR dari Fraksi PKB (F-PKB), Abdul Kadir Karding menyebutkan bahwa partisipasi politik menjadi ukuran bagi demokrasi. Apalagi, kalau partisipasinya besar dianggap demokrasi lebih baik, tapi kalau partisipasinya rendah maka menjadi lampu kuning bagi demokrasi.

“Partisipasi jufa bisa menjadi ukuran legitimasi sebuah kekuasaan,” ujar Karding dalam diskusi Empat Pilar MPR bertema “Penguatan Partisipasi Politik Masyarakat” di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (31/9/2018).

Menurut Kading, para politisi harus secara cerdas dan kreatif menggunakan instrumen media komunikasi seperti media sosial untuk menggerakan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajiban memilih.

“Medsos harus menjadi instrumen. Apalagi 30% pemilih adalah generasi milenial. Karena itu, kita harus berkampanye dan melakukan pendidikan dengan mengetahui karakter dan harapan generasi ini,” katanya.

Apalagi, lanjut bekas Ketua F_PKB MPR itu, mereka para pengguna medsos ini mobile, suka internet, yang praktis, berbau hobi, uang cash sudah tidak terlalu tertarik. Maka dari itu, ciri-ciri mereka harus dipahami.

“Mereka juga mudah berpindah. Satu saat bisa ke Jokowi, tapi bisa pindah ke Prabowo,” paparnya.

Selain itu, generasi milenial ini mau berpartisipasi kalau kinerja politikus dan DPR baik. Padahal survei menunjukkan tingkat kepercayaan kepada DPR rendah.

“Kalau tingkat kepercayaan rendah, kampanye dari politikus tidak laku. Partai politik dan politisi harus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ini secara langsung atau tidak langsung bisa memobilisasi partisipasi masyarakat,” pungkas Abdul Kadir Karding. (Jimmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *