Kejari Jakut Diadukan Korban Penggelapan Rp3 Miliar kepada Jaksa Agung

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Seorang korban kasus dugaan penggelapan sebesar Rp3 miliar lebih mengadukan proses penanganannya kepada Jaksa Agung HM Prasetyo.

Pasalnya, tindakan yang dilakukan aparat Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari) diduga telah melindungi kepentingan terdakwa, Dedby Laksmi Dewi, dengan cara tidak melakukan penahanan sejak diterimanya pelimpahan berkas perkara tersebut dari penyidik Polres Jakarta Utara.

Bahkan, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jakut, Diky Oktavia, pihak Kejari Jakut berupaya menjembatani agar kedua pihak bisa menempuh jalan damai.

“Masak dia (terdakwa–red) sudah menggelapkan uang Rp 3 miliar kok tidak ditahan. Malahan kami dianjurkan untuk damai saja, wah enak sekali dia (terdakwa),” kata Amanda yang menjadi korban kasus penggelapan tersebut, di Jakarta, Rabu (29/8).

Dalam suratnya tertanggal 15 Agustus 2018 yang di tujukan kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Amanda menyebutkan bahwa tersangka Dedby Laksmi Dewi dilaporkan karena menggelapkan uang hasil penjualan 3 kontainer daging kerbau impor beku yang dibelinya dari Bulog seharga Rp3 miliar.

Selanjutnya, perusahaan tempat korban bekerja menitipkan 3 kontainer daging tersebut setelah Deby ingin menjadi distributor daging kerbau itu dan hasil penjualannya akan diserahkan ke perusahaan tempat Amanda.

Namun setelah laku semua hanya sebagian uang penjualan diserahkan, sisanya lebih dari Rp3 miliar Deby tidak mau menyerahkan. Alasannya orang yang mengambil daging kepadanya tidak ada yang bayar.

Karena jalan musyawarah tidak membuahkan hasil Dedby dilaporkan ke Polres Jakarta Utara, dengan LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 Nopember 2017, dengan sangkaan Pasal 372 Jo. Pasal 378 KUHP, dan langsung ditetapkan menjadi tersanka serta ditahan selama 20 hari.

Kemudian penyidik Polres Jakut melimpahkan kasus Deby Laksmi Dewi ke Kejari Jakarta Utara, namun oleh pihak Kejari justru tersangkanya malah dilepas alias tidak ditahan.

Bahkan di tengah kasusnya berjalan ada indikasi pihak kejaksaan minta agar masalah mereka tidak dilanjutkan ke pengadilan karena dianggap masalah kecil.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Jakarta Utara, Diky Oktavia, ketika dikonfirmasi wartawan juga membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima berkas dan tersangka kasus tersebut.

Dia juga mengakui telah berusaha mempertemukan pihak yang bermasalah untuk menyelesaikan secara kekeluargaan saja karena tersangka bersedia mengembalikan uang penjualan daging tersebut.

Padalah saat dilakukan penyidikan, tersangka sebelumnya sempat ditahan penyidik selama 20 hari, sebelum berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan. Namun anehnya ketika pelimpahan tahap dua, pihak Kejari Jakarta Utara hanya melakukan tahanan kota dengan wajib lapor selama dua bulan. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *