KPK Periksa Pengusaha Asal Medan

BERITABUANA, JAKARTA – Pengusaha Tamin Sukardi, satu dari delapan orang yang ditangkap di Medan, Sumatera Utara (Sumut) tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa intensif oleh penyidik.

Pantauan beritabuana di lokasi, Rabu (29/8/2018), Tamin yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih itu berjalan tergopoh-gopoh saat hendak masuk ke lobi markas Lembaga Antirasuah. Tak ada komentar sedikitpun dari Tasmin.

Selain Tamin, masih ada tiga orang lain yang ikut diterbangkan tim KPK ke Jakarta. Sayangnya, seorang hakim Pengadilan Negeri Medan dan dua orang panitera itu sudah lebih dulu tiba dan masuk melalui pintu belakang KPK.

Tamin Sukardi selaku Direktur PT Erni Putra Terari merupakan terdakwa kasus tindak pidana korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara dengan nilai lebih dari Rp 132 miliar.

Tamin menjual 74 hektare dari 106 hektare lahan yang dikuasainya kepada Mujianto selaku Direktur PT Agung Cemara Reality sebesar Rp 236,25 miliar.

Majelis hakim menghukum Tamin Sukardi selama 6 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan dalam sidang beragenda putusan di PN Medan, Senin 27 Agustus 2018. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara. Persidangan kasus ini sejak awal memang dipantau oleh tim KPK dan Komisi Yudisial.

KPK sebelumnya menangkap tangan delapan orang, di antaranya hakim dan panitera di Medan. Mereka diduga bertransaksi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) di Medan.

Tim menyita uang dalam bentuk dolar Singapura. Sebagian tim KPK juga masih memverifikasi sejumlah informasi dan bukti lain terkait praktik rasuah itu.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum terhadap keempat orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. (Ardi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *