Korut Kirim Surat Ancaman, Terkait Batalnya Pompeo ke Pyongyang

BERITABUANA, WASHINGTON – Surat ancaman dikirimkan Korea Utara (Korut) terhadap Amerika Serikat (AS). Terkait denuklirisasi yang kembali dipertaruhkan dan mungkin berantakan.

Rabu (29/8), disebutkan surat itu dikirim ke Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. Pompeo secara tiba-tiba membatalkan kunjungan keempatnya ke Pyongyang, beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berangkat dengan utusan khusus barunya Stephen Biegun pada Jumat (31/8).

Dari sumber yang mengetahui, terkait posisi Korut tentang denuklirisasi mengatakan surat itu menyatakan rezim Kim Jong-un merasa proses itu tidak dapat bergerak maju. Karena AS masih belum siap untuk memenuhi harapa Korut dalam hal mengambil langkah maju untuk menandatangani perjanjian damai.

Sejauh ini AS tidak mau mengganti perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea dengan perjanjian perdamaian permanen yang mengikat secara hukum. Hingga akan memerlukan persetujuan dua pertiga Senat.

“Jika kompromi tidak dapat dicapai dan perundingan yang baru lahir runtuh, Pyongyang bisa melanjutkan kegiatan nuklir dan rudal,” kata sumber itu.

Keberadaan surat itu, dikirim ke Pompeo oleh Kim Yong-chol, mantan agen mata-mata Korut, pertama kali dilaporkan oleh Washington Post. Washington Post, yang menyebut surat itu sebagai komunikasi ‘rahasia’ mengatakan tidak jelas bagaimana Kim mengirimkan surat itu ke Pompeo. Namun, diduga surat itu mungkin telah dikirim melalui misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Korut.

Namun, sebuah sumber mengatakan, Pompeo mengandalkan dukungan yang dimilikinya untuk berhubungan langsung dengan rekan diplomatiknya asal Korut Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho.

“Sebelum dan sesudah Pompeo menjadi Menteri Luar Negeri, ia tampaknya lebih tertarik untuk mempertahankan dan melibatkan Kim Yong-chol melalui saluran belakang pintu, daripada dengan rekan resminya Ri Yong-ho,” kata sumber itu.

Dilaporkan surat itu, yang ditunjukkan kepada Presiden Donald Trump oleh Pompeo, menghasilkan keputusan pemimpin AS untuk membatalkan perjalanan yang dijadwalkan Pompeo ke Pyongyang, Jumat.

Pompeo dan Andrew Kim, kepala Pusat Misi Korea CIA, terlihat memasuki Sayap Barat Gedung Putih hanya beberapa jam sebelum Trump memposting serangkaian tweet yang menguraikan alasannya untuk membatalkan kunjungan. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *