Mimpi Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Masih Terlalu Jauh

BERITABUANA, JAKARTA – Mimpi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang ingin mencapai angka pertumbuhan ekonomi 7 persen, ternyata masih jauh dari harapan. Pasalnya, hingga mendekati akhir pemerintahannya, angka pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran 5 persen.

Penilaian ini disampaikan juru bicara Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ramson Siagian saat membacaan dalam Pemandangan Umum fraksinya terhadap RAPBN 2019 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Ramson menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat, bahkan bisa menumbuhkan semangat rakyat. Pada 2014 saat kampanye Pilpres, Jokowi sempat menargetkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7 persen.

“Nyatanya, itu tetaplah sebagai mimpi,” sebut bekas politisi dari PDI Perjuangan itu.

Bahkan, lanjut Ramson, harapan rakyat agar pertumbuhan ekonomi 7 persen tersebut untuk meningkatkan kemakmuran rakyat sampai tahun ke-5 atau tahun terakhir program pembangunan kiabinet kerja atau tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK, juga masih jauh dari janji pertumbuhan ekonomi 7 persen tersebut.

Politisi dapil Jateng X ini mengungkap, capaian pertumbuhan ekonomi selama Jokowi memerintah. Pada tahun 2015 sebesar 4,8 persen, tahun 2016 sebesar 5,0 persen, dan tahun 2017 setelah tiga tahun hanya sebesar 5,1 persen, serta outlook tahun 2018 sebesar 5,2 persen.

“Fakta angka tersebut belum menyentuh angka 6 persen apalagi 7 persen. F-Gerindra DPR RI mempertanyakan janji target pemerintah tersebut,” pungkas Ramson. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *