Juniver Ingatkan Para Advokat Segera Daftar E-Court Agar Bisa Beracara

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketus Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Juniver Girsang mengingatkan agar advokat untuk segera mendaftar aplikasi e-court yakni sistem administrasi perkara di pengadilan secara elektronik. Jika sampai September 2018 tidak mengikuti aplikasi tersebut maka advokat tidak akan bisa beracara untuk membantu kliennya mencari keadilan.

“Kita sudah sepakat bahwa dalam pelaksanaan e-court ini apabila ada advokat yang tidak patuh (tidak mengikuti e-court) maka akan diberikan teguran dan bisa juga advokat tersebut tidak diberikan akses. Dia (advokat) kena sanksi. Tidak bisa beracara di pengadilan,” ujar Juniver usai menggelar sosialisasi e-court kepada para advokat yang digelar di Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Juniver menegaskan,  jika advokat tidak diberikan sanksi maka program e-court yang telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 3 tahun 2018 tentang administrasi perkara di pengadilan secara elektronik menjadi tidak penting lagi. Padahal dengan e-court maka kinerja advokat menjadi semakin tertib. Karena dalam sistem e-court akan membuat advokat tidak lagi sembarangan dalam bekerja. 

“Karena dengan e-court ini kita harus meningkatkan pelayanan bagi pencari keadilan,” tegasnya.

Juniver mengungkapkan, saat ini sambutan advokat terhadap aplikasi e-court sangat antusias sekali. Karena adanya sistem e-court juga menyangkut kepentingan advokat dalam menjalankan tugasnya. Namun demikian ada beberapa hal yang harus dibenahi dalam sistem e-court yang akan diberlakukan secara nasional pada September 2018 in sehingga ke depan tidak ada kendala yang dihadapi advokat ketika beracara mendampingi kliennya.

“Kendala sudah dijawab oleh MA dalam sosialisasi e-court kali ini. Contoh, pemanggilan yang patut dan disepakati yakni dalam waktu tiga hari. Waktu tiga hari itu juga sudah masuk dalam e-filling,” paparnya.

Juniver menegaskan, sistem pemanggilan sangat berarti bagi advokat. Oleh karena itu dengan mengikuti aplikasi e-court maka ke depan tidak ada lagi alasan bagi advokat tidak menerima panggilan. 

Sehingga para advokat harus membuat pernyataan bahwa telah mengikuti e-court. Jika sudah mengikuti maka ada kentenuan – ketentuan dalam e-court yang harus dipatuhi.

Kendala lainnya, sambung Juniver, terkait dengan efektivitas internet. Karena tidak semua daerah mempunyai kekuatan atau jangkauan internet yang sama. Dengan adanya kendala jaringan internet maka diharapkan ke depan jaringan internet tidak lagi menjadi masalah. Hal tersebut dilakukan agar tercapai sasaran dari e-court yang efektif dan berbiaya murah. 

“Sudah disepakati juga jika memui kendala terkait jaringan internet maka akan diubah ke dalam sistem manual,” paparnya.

Dalam kesempatan ini Juniver juga meminta agar ketika e-court sudah diterapkan maka sistem pelayanan di pengadilan juga harus betul – betul profesional. Jangan lagi ada advokat yang minta informasi di pengadilan tapi tidak bisa dijelaskan. Beruntung Ketua PT Jakarta sudah meminta agar pengadilan di Jakarta sudah siap dan pelayanan harus baik dan maksimal. Karena ini untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta Daming Sanusi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas antusiasme para advokat yang mendaftar e-court. Ia pun menjamin tidak ada yang kesulitan untuk menggunakan e-court. Jika pun ada hanya menyangkut pemahaman terkait aplikasi e-court saja.Sehingga seiring berjalannya waktu semua advokat bisa memahami penggunaan e-court. 

“Karena e-court akan memudahkan para advokat dalam bekerja,” paparnya.

Daming menegaskan, banyak keuntungan atau manfaat yang didapat advokat ketika mendaftar e-court. Karena dengan mengikuti aplikasi e-court akan memangkas waktu dan tidak memakan biaya. Artinya jika adokat sudah terdaftar sebagai pengguna e-court maka ketika akan mendaftarkan perkara tidak perlu ke pengadilan negeri. Cukup daftar melalui e-cout dimana saja dan kapan saja.

Sedangkan terkait waktu validasi, Daming menuturkan, lama atau tidaknya waktu validasi tergantung dari berkas dokumen yang dimiliki advokat. Karena itu ketika mendaftar para advokat harus melengkapi dokumen yakni KTP, kartu anggota advokat dan berita acara sumpah. Ketika dokumen tersebut sudah lengkap maka segera divalidasi dan dijawab bahwa sudah dokumen sudah okay. 

“Kita hati-hati dalam validasi juga untuk menghindari dokumen palsu. Karena sekali validasi maka itu akan berlaku sepanjang waktu,” paparnya.

Soslalisasi e-court yang digelar Peradi pimpinan Juniver Girsang ini merupakan yang ke empat kalinya. Sosialisasi e-court kali ini diikuti sekitar 250 advokat yang tergabung dalam Peradi. Sebelumnya sosialisasi e-court berlangsung di hotel Pullman Jakarta dan dua wilayah lainnya. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *