Polres Barat akan Tindak Tegas Premanisme, Kapolres: Melawan dan Membahayakan Tembak

BERITABUANA, JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menegaskan pihaknya akan menindak tegas tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat. Ia mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk menembak pelaku jika melawan saat ditangkap.

“Jangan takut. Mereka menggunakan kekerasan kita diberikan kewenangan untuk melawan mereka. Mereka melawan, kita tindak tegas. Rumusnya sederhana, preman melawan kita tindak tegas. Melawan petugas, mengancam jiwa petugas kita tembak ada itu aturannya,” katanya di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (27/8/2018).

Kapolres menyatakan ketegasannya itu setelah pihaknya menangkap sebanyak delapan tersangka berinisial VY, MG, FY, SI, MN, MA, HMN dan AA atas kasus dugaan pemerasan dengan berkedok uang jasa keamanan dan kebersihan kepada pemilik ruko 1000 di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Modusnya, berkedok jasa keamanan dan kebersihan. Namun pada faktanya, ada pemaksaan karena tarif ditetapkan sepihak,” jelasnya.

Lebih jauh Hengki mengaku, banyak tindak premanisme yang tumbuh lantaran korban tidak melaporkannya ke polisi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk berani melapor bila menjadi korban premanisme.

“Kami tidak akan mundur dan terus akan memberantas aksi premanisme di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat. Saya imbau kepada masyarakat untuk berani melaporkan, karena pada dasarnya polisi tidak bisa bekerja sendiri,” ucapnya.

Rekam jejak Kombes Pol Hengki Haryadi, pada tanggal 8 Maret 2013 lalu, aparat Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap H

Operasi ini dilakukan lantaran H sangat sering meresahkan masyarakat. Buntutnya karena H dan anak-anak buahnya diketahui kerap memeras dan memukuli pekerja ruko yang sedang dibangun di RTMS, Jalan Komplek Kebon Jeruk Indah II, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Ketika itu operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi di Bellmont Residence Jalan Komplek Kebon Jeruk Indah II, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Saat hendak ditangkap, H sempat mengamuk melakukan aksi perlawanan. H akhirnya digiring oleh AKBP Hengki Haryadi ke mobil bersama 49 anak buahnya, dan seterus dibawa ke Polda Metro Jaya dengan 4 mobil mikrolet M 11. (CS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *