Ratusan Warga Panik Ada Kabar Serangan Balik Bakar Rumah, Pascabentrok Desa Oebelo Sebabkan 2 Orang Tewas

BERITABUANA, KUPANG – Pascabentrokan antara warga eks warga Timtim dan warga lokal, yang menyebabkan 2 orang tewas dan puluhan luka-luka, membuat warga sekitar di Desa Oebelo di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, tetap panik dan mengambil langkah mengungsi, meski aparat keamanan telah menguasai lokasi.

Pendeta Regina membenarkan hal itu. Menurutnya ada sekita lebih dari 200 orang yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak mengungsi di gereja Oebelo sejak konflik meletus pada Jumat (24/8/2018) malam.

Menurut Pendeta Regina, warga yang mengungsi masih mengalami trauma untuk kembali ke rumahnya sehingga masih bertahan di tempat pengungsian.

“Ada warga yang memilih pulang ke rumah untuk makan, mandi serta berganti pakaian, sesudah itu kembali berkumpul bersama warga lainnya di gereja tersebut,” ujarnya.

Pihak gereja, jelas Regina, mengizinkan warga lokal Oebelo untuk menjadikan gereja sebagai tempat perlindungan, namun terkait dengan kebutuhan pangan, masih menjadi tanggungan masing-masing.

Pendeta Regina mengaku telah menghubungi pihak Majelis Klasis Kupang Tengah, dan Sinode GMIT, serta pemerintahan setempat untuk merespon dan memfokuskan perhatian bagi warga Desa Tanah Merah dan Oebelo yang menjadi korban secara mental dan trauma akibat konflik.

Ia juga meminta aparat keamanan TNI-Polri terus berjaga dan selalu meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi bentrok serta mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.

“Kami harap pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan dapur umum untuk ketersediaan pangan yang cukup dan fasilitas obat-obatan, serta MCK bagi para warga yang berada di lokasi pengungsian,” katanya.

Informasi yang diterima dilapangan dan membuat warga bertambah panik, akan ada serangan susulan berikutnya. Parahnya, informasi tersebut menyebut, akan ada penyerangan untuk membakar rumah-rumah.

Konflik antarwarga Desa Oebelo dan Tanah Merah terjadi pada Kamis (23/8). Konflik tersebut mengakibatkan dua warga tewas, masing-masing satu orang dari kedua desa tersebut. (Pang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *