Komisi V DPR Dukung Percepatan Pembangunan di Lombok

BERITABUANA, LOMBOK – Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis berjanji kepada seluruh masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memberi dukungan agar secepatnya dilakukan pembangunan kembali terkait sarana, prasarana, dan fasilitas umum yang luluh lantak pasca bencana gempa tektonik di Lombok dan sekitarnya, beberapa waktu yang lalu.

Hal itu ia ungkapkan saat memimpin Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI meninjau lokasi terparah pasca gempa, yaitu daerah Lombok Utara, NTB, Kamis (23/8/2018) lalu.

Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar di tenda pengungsian, Komisi V DPR RI juga menemui sejumlah korban. Tenda pengungsian ini disulap menjadi kantor sementara, dikarenakan kantor bupati turut ambruk karena gempa.

Fary menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi serta berkomitmen dengan mitra kerja dalam rapat sebelum melakukan tinjauan ke lokasi bencana. Politisi Partai Gerindra tersebut juga berharap masyarakat sekitar dapat turut serta berperan mewujudkan kembali pembangunan pasca gempa.

“Kami sudah melakukan rapat sebelumnya dengan mitra Komisi V untuk berkomitmen sesegera mungkin mewujudkan kembali pembangunan sarana, prasarana dan fasilitas umum di Lombok. Laporan dari Kementerian Perhubungan baik itu Dirjen Darat, Laut, dan Udara bahwa sudah ada catatan kerusakan dan segera akan diperbaiki secepatnya. Kami berharap masyarakat setempat ikut berharap dan berpikir positif terhadap masa depan kita semua,” harapnya.

Politisi dapil NTT itu memastikan bahwa Komisi V DPR RI akan memberikan dukungan secara politis dalam rangka melakukan pendataan-pendataan dan juga langkah-langkah strategis untuk pemulihan yang berkaitan dengan infrastruktur yang ada.

“Catatan kami kepada Kementerian PUPR bahwa ada cukup banyak rumah-rumah yang akan dibantu dan dibangun bersama BNPB. Kita memberikan catatan bahwa supaya rumah-rumah yang dibangun itu adalah rumah-rumah yang benar-benar rumah tahan gempa dan juga memperhatikan local wisdom-nya,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) melanda Lombok pada akhir Juli lalu. Kemudian pada pertengahan Agustus lalu, terjadi gempa lagi berkekuatan 6,9 SR. Selain itu, juga terjadi ratusan gempa susulan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB mencatat, hingga Kamis (23/8/2018), gempa ini mengakibatkan 555 korban meninggal dunia dan 390.529 jiwa penduduk mengungsi.

Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh sejumlah Anggota Komisi V DPR RI, diantaranya Yoseph Umarhadi (F-PDI Perjuangan), Henky Kurniadi (F-PDI Perjuangan), Hamka B. Kady (F-PG), Nurhayati (F-PPP), Soehartono (F-NasDem), Gatot Sudjito (F-PG), Ridwan Bae (F-PG), Subarna (F-Gerindra), Jhoni Allen Marbun (F-PD), Jhon Siffy Mirin (F-PAN), dan Nurhasan Zaidi (F-PKS). (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *