Gus Hayid Imbau Semua Pihak Bisa Tahan Diri dari Saling Mencaci

BERITABUANA,JAKARTA– Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta KH. Muhammad Nur Hayid menghimbau kepada semua pihak agar bisa menahan diri dari sifat saling mencaci. Apalagi sesama umat muslim.

Hal itu disampaikan Gus Hayid saat mengisi kajian rutin di Mushola Nururrahman, Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/8) malam.

“Jangan sampai beda pilihan saling mencaci, tidak boleh. Karena, kalau itu dilakukan, ibadah, puasa, haji akan menjadi sia-sia,” kata Gus Hayid.

Menurut Gus Hayid, saling menghina dan mencaci adalah perbuatan paling buruk. Sebab itu, Gus Hayid mengingatkan agar jamaah Mushola Nururrahman tidak sampai melakukan hal itu.

“Karena, saling menyebut kelompok lain, mencaci maki, kalau tak bertobat, jadi orang yang dholim,” ucap Gus Hayid.

Ia menambahkan, bahwa seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya. Karenanya, tidak boleh muslim saling mendolimi.

“Jadi, harus memperkuat, dan menopang. Ini muslim benar, bukan karena beda pandangan beda kepentingan politik, tapi saling mengkafirkan,” tutur Gus Hayid.

Sebab, lanjut Gus Hayid, prinsip bagi orang yang beriman adalah tegas dengan tidak mau mencoba mencaci apalagi sedikit-sedikit mengkafirkan orang maupun kelompok lain.

“Karena itu, yang kiai jadilah kiai yang memberikan penyejuk umat, yang jadi menteri, yang jadi tukang becak ya tukang becak jangan mengambil porsi menteri atau kiai biar tidak terjadi hoax,” tutup Gus Hayid yang juga maju menjadi calon legislatif 2019 daerah pilihan IV Jatim (Lumajang-Jember) ini. (Kds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *