Ini Harapan Anggota DPR ke Bareskrim Polri Baru

BERITABUANA, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Eddy Kusuma Wijaya mengapresiasi pengangkatan Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara RI yang baru. Masih ada pekerjaan rumah yang menanti untuk dilakukan demi perbaikan kinerja unit reserse kriminal di Polri.

Menjawab beritabuana.co, Jumat (24/8/2018), Eddy Kusuma Wijaya menyatakan, kasus-kasus perkara yang ditangani Polri belum sesuai dengan harapan masyarakat.

“Sepanjang yang saya ketahui, ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi penyidikan perkaranya berjalan lambat,” katanya.

Hal ini, kata Eddy, tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam penegakan hukum yakni cepat, akurat dan berkeadilan. Pada hal Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mencanangkan profesional, modern dan terpercaya atau dikenal Promoter.

“Dalam proses penyidikan, seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, perkaranya harus segera diselesaikan sehingga penyidikan berikutnya diserahkan ke penuntut umum,” ujar Eddy yang pernah menjabat Direktur Reserse Polda Bali.

Dengan demikian katanya lagi, penyidikan yang cepat itu sesuai dengan harapan masyarakat dan terlebih sesuai amanat pasal 107 ayat 3 KUHAP.

“Perkaranya jangan ditunda-tunda,” imbuh Eddy.

Terkait dengan hal ini, anggota DPR dari daerah pemilihan Banten ini juga mengingatkan pengawasan penyidikan atau Wasidik terhadap perkara yang ditangani ditingkat Polda maupun Polres.

Menurut Eddy, Wasidik ini masih terkesan kurang berfungsi sebagai mestinya. “Perkara yang ditangani terkesan sangat lamban,” katanya.

Tidak ketinggalan, Eddy Kusuma Wijaya juga mengatakan penanganan kasus-kasus korupsi supaya Bareskrim Polri memahami betul prosedur hukumnya. Bareskrim supaya selalu meningkatkan kualitas penyidikan dalam kasus korupsi ini, sehingga lembaga tersebut dapat diandalkan dalam menangani kasus korupsi, baik berskala kecil maupun berskala besar.

“Kasus korupsi tidak perlu lagi ditangani KPK apabila Bareskrim dianggap sudah mampu dalam menangani korupsi di negara kita, karena KPK sifatnya adalah adhoc,”kata dia. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *