Kabareskrim Komjen Arief Sulistiyanto Bakal Tingkatkan Profesional dan Transparansi Penyidikan

BERITABUANA, JAKARTA – Sosok petinggi Polri yang concern terhadap reformasi struktural dan kultural di Korps Baju Coklat dipercaya memimpin Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Dialah Komjen Pol Drs Arief Sulistiyanto M.Si yang pekan lalu dilantik Kapolri Jenderal Prof Tito Karnavian bersama mantan Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang dipromosi menjadi Wakapolri.

Penunjukan Komjen Arief Sulistiyanto untuk memimpin Bareskrim oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (wanjakti) tentu sudah sangat tepat, karena Arief Sulistiyanto sejak lulus Akpol 1987 sudah berkecimpung di bidang Reskrim.

Berawal dari menjabat Kasat Reskrim Polresta Surabaya Selatan, tahun 1988 kemudian setahun kemudian dipromosi menjadi Wakasat Reskrim Polresta Surabaya Selatan. Selanjutnya Arief dipromosi lagi menjadi Kasat Reskrim Polres Malang kemudian Kasat Reskrim Polres Sidoarjo dan Kasat Reskrim Polres Pasuruan.

Setelah menjabat sejumlah pos strategis tahun 2009, Korspripim Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, tahun 2010 pria kelahiran 24 Maret di Nganjuk, Jatim ini kemudian ditunjuk menjadi Direktur Tindak Pidana Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri. Sebagai Dirtipideksus, Arief Sukistiyanto, dinaikkan pangkatnya menjadi Brigjen.

Selama lebih tiga tahun memimpin Dittipideksus, Arief berhasil mengungkap sejumlah kasus kejahatan ekonomi berskala nasional bahkan internasional, sehingga tahun 2014 suami dari Dr. Niken Manohara ini dipercaya memimpin Polda Kalimantan Barat.

Sewaktu memimpin kepolisian yang wilayahnya lebih luas dari Pulau Jawa, Brigjen Arief kemudian mulai menerapkan reformasi struktural dan kultural di lingkup Polda Kalbar. Salah satu terobosannya yang paling mendapat apresiasi pimpinan Polri, Arief sangat ketat menerapkan proses penerimaan atau rekruitmen anggota Polri baik Akpol maupun Bintara, harus bebas pungutan dan KKN.

Selain itu, ia mereformasi mindset anggota Reskrim dalam penyidikan, sehingga lebih transparan dan akuntabel.

Tentu, terobosan-terobosannya ini membuat anggota-anggota Kepolisian Polda Kalbar lebih tertib dan profesional dalam bertugas. Arief juga menerapkan reward dan punishment, sehingga anggota-anggota berlomba berprestasi. Bahkan, untuk menjabat Kapolres, Arief punya standar prestasi tersendiri terhadap perwira-perwiranya. Mereka yang punya track record yang negatif jangan harap mendapat promosi darinya.

Kebijakan-kebijakannya ini telah merubah sebagian besar mindset anggota Polda Kalbar untuk lebih profesional dalam melayani dan melindungi (to serve and to protect) masyarakat sesuai prinsip universal kepolisian di negara mana pun di dunia.

Memang, pengalaman sebagai Koorspripim banyak mendampingi kunjungan Kapolri ke berbagai penjuru dunia telah menempa Arief untuk belajar dan mengadopsi standar operasional kepolisian di negara-negara maju seperti Jepang, Inggris dan AS.

Dua tahun memimpin Polda Kalbar ayah dari Bhredipta Cresti Socarana dan Bhawika Tanggwa Prabuttama ini kemudian dipromosikan menjadi Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen oleh Kapolri Tito Karnavian yang seangkatan denganya. Untuk menunjang moto “Promoter” (Profesional Modern Terpercaya) yang dicanangkan Kapolri Tito Karnavian, sejak 3 Februari 2017 sampai 17 Agustus 2018 ia diberi tanggungjawab sebagai Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.

Jabatan yang sangat strategis ini membuat Arief menerapkan apa yang sudah dia lakukan di Kalbar tapi dalam lingkup nasional. Hanya beberapa bulan memimpin Arief berhasil membongkar praktek pungli dalam rekruitmen anggota Polri di Polda Sumatera Selatan yang mengakibatkan sejumlah anggota yang terlibat diberi sanksi tegas.

Sejak kasus itu, setiap rekruitmen anggota Polri baik Akpol, Sumber Sarjana ataupun Bintara harus bebas (zero) pungli dan KKN. Proses rekruitmen sangat ketat, transparan dan akuntabel, sehingga praktek-praktek pungli dan KKN dapat dihilangkan seperti rekruitmen yang baru dilakukan Polri tahun 2018 ini.

Penunjukan Komjen Arief Sulistiyanto sebagai Kabareskrim tentu akan lebih meningkatkan profesionalisme dan transparansi penyelidikan dan penyidikan di lingkup Bareskrim Polri. (nico)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *