Fahri Hamzah: Rakyat Korban Gempa Bukan Stunman, Negara Harus Segera Hadir

BERITABUANA, JAKARTA – Sudah sekitar 1006 kali gempa susulan menggoyang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak gempa melanda pertama kali pada 29 Juli 2018. Sayangnya, hingga saat ini belum ada sikap resmi pemerintah untuk Lombok.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, yang juga berasal dari NTB itu melalui pesan singkatnya yang diterima awak median, Rabu (22/8/2018), mengatakan bahwa rakyat korban gempa itu bukan Stuntman atau peran pengganti.

“Penderitaan masyarakat tidak bisa tergantikan oleh Wisatawan. Rakyat tidak butuh uang turis, tapi hak mereka dalam APBN,” tegas politisi dari PKS itu lagi.

Menurut Fahri, yang seharusnya diprioritaskan itu adalah korban, bukan pasar pariwisata yang sensitif terhadap situasi alam. Mereka tidak gampang berubah karena mereka lebih mampu membaca prediksi musim dan keadaan cuaca.

“Jadi saya kira alasan pemerintah ini hanya untuk mempertahankan ego kurang memperhatikan keadaan rakyat. Pemerintah pusat tidak mengerti apa yang terjadi,” sebutnya.

Fahri menyebutkan jika alasan pemerintah belum menetapkan status bencana nasional merupakan tindakan mempertahankan ego. Mestinya, negara harus hadir segera dengan segala cara.

“Kapan Pejabat mau urus rakyat? Kapan gempa diumumkan berhenti? Itulah yang mereka tak mengerti,” ucap Fahri. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *