Mourinho Bakal Dipecat, Ada 3 Calon Pengganti

BERITABUANA, MANCHESTER – Manchester United tampaknya bakal mengalami musim kelam. Hal ini menjadikan pelatih MU asal Portugal, Jose Mourinho, dihempas isu pemecatan.

Fans Setan Merah sudah saatnya siap-siap menghadapi kejutan dan berharap saat kampanye Liga Inggris 2018/19 berakhir bisa menjadi kampiun atau paling tidak finis di posisi Big Four. Namun, yang menjadi permasalahan, apakah The Special One, julukan Mourinho, masih akan berada di Old Trafford di akhir musim?

Kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion di pekan kedua Liga Premier Inggris, Minggu (20/8) malam WIB, dianggap memalukan, sehingga para petinggi United sudah mulai berpikir untuk mencari pengganti sang pelatih.

Hal diperparah situasi Mourinho di United setelah sebelumnya berseteru dengan Ed Woodward, wakil ketua eksekutif MU. Disebut keduanya tak punya hubungan.

Ed Woodward murka kepada Mourinho karena terlalu mendesak manajemen United di bursa transfer pemain. Mourinho sering mengecam pergerakan United yang sangat pasif di bursa pemain musim panas 2018/2019.

“Mungkin saya akan mendapatkan satu lagi jika itu bisa. Saya memberikan daftar lima pemain yang menarik minat saya ke klub dan saya berharap kami akan mendapatkan setidaknya satu,” kata Woodward.

Woodward menjadikan kekalahan di pekan kedua itu sebagai alasan untuk tak lagi menggunakan jasanya Mou. Apalagi, kenyataannya Mourinho tidak pernah tinggal atau bertahan sebagai pelatih suatu tim selama lebih dari tiga musim. Ini musim ketiganya di Old Trafford.

Ini tiga kandidat pelatih yang mungkin akan menggantikan Mourinho jika waktu kepelatihannya di MU usai.

Zinedine Zidane

Punya catatan manajerial bagus. Saat melatih Real Madrid di periode 2016, selama dua tahun dan empat bulan, Zidane memenangkan tiga trofi Liga Champions, satu gelar La Liga, satu Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Ia berhasil memengkan trofi Liga Champions tiga kali secara beruntun. Liga yang paling panas di Eropa. Bahkan, dalam karirnya sebagai seorang pesepakbola, playmaker legendaris Prancis itu hanya berhasil memenangkan satu Liga Champions.

Zidane bisa memberi pengaruh positif kepada para pemain. Saat melatih Madrid, Zidane juga berhasil menahan ego para pemain bintang Los Blancos setelah ia memberi kepercayaan sepenuhnya dengan kualitas para pemainnya.

Antonio Conte

Saat ini, Conte yang asal Italia, adalah agen bebas, tak terikat kontrak dengan klub. Jadi, setiap klub yang mengingkannya bebas merekrutnya dengan mahar yang sudah ditentukan. Ia telah dikaitkan dengan beberapa pekerjaan manajerial selama musim panas 2018.

Conte diragukan tak akan mampu beradaptasi dengan gaya Liga Premier Inggris, meski mengesankan banyak orang dengan memenangkan Liga Inggris di musim pertamanya di Chelsea musim 2016/2017.

Ia pelatih yang bersemangat dan berapi-api dalam memberi arahan kepada pemainnya di atas lapangan. Hal itu menunjukan Conte selalu ingin memberikan yang terbaik kepada tim setiap kali menggelar pertandingan.

Catatannya sebagai pelatih mengesankan. Ia memenangkan Seri B bersama Bari pada 2008/2009 dan berhasil membawa klub tersebut promosi ke Seri A. Lalu, memimpin Juventus merengkuh gelar Seri A secara beruntun di periode 2011/2012 sampai 2013/2014.

Mauricio Pochettino

Sejak pindah dari Espanyol ke Liga Premier Inggris bersama Southampton pada 2013, Poch telah menandai dirinya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Permainan Soton sangat enak ditonton. Ia lalu direkut Tottenham Hotspur pada 2014.

Tim Spurs-nya sangat fantastis selama beberapa musim terakhir, dengan tim yang punya campuran pengalaman dan pemain muda, aluran serangan terlihat sangat rapi. Ia berhasil membawa Spurs berkompetsi di Liga Champions tiga kali secara beruntun.

Dan, itu salah satu prestasi hebat Spurs. Karena bisa merusak tatanan Big Four yang selama ini lebih sering dihuni Manhcester United, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea.

Meski pelatih asal Argentina ini belum memenangkan gelar bersama Spurs. Namun, mungkin, banyak penggemar klub lain telah menyaksikan kehebatan racikan Poch, sehingga timnya bisa bermain dengan indah. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *