Karnaval Busana Muslim Akan Digelar di Lamongan Selama Dua Hari

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Lamongan Muharram Festival Street Carnaval Moslem akan segera digelar unik. Sebanyak 40 desainer lokal Moslem terlibat meramaikan kegiatan yang akan digelar selama dua hari dari tanggal 11-12 September 2018 di Lamongan, Jawa Timur. 

“Dengan harapan Lamongan yang konsisten melaksanakan Muharram ini untuk menguatkan ekonomi warga setempat. Melalui Carnaval ini juga maka diharapkan produk lokal Lamongan menjadi produk yang mendunia,” ujar Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), Kris Budiharjo di Sarinah Mall, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Dalam kesempatan yang sama, Ina Raya selaku PIC Carnaval Fashion Moslem menambahkan, pada tanggal 11-12 September di Lamongan akan ditampilkan dua kegiatan yang berbeda.

Selain itu, Carnaval Fashion Moslem juga akan digelar untuk mengangkat kain Indonesia yang kaya. “Kita ingin mengangkat kearifan lokal,” ujar Ina. 

Satu desainer akan melakukan pertunjukan 10 busana koleksinya dalam pawai Carnaval tersebut. Dengan mengangkat Wastra Indonesia, ada batik, lurik, dan tenun semua kita angkat. Kemudian desainer cilik Akeyla Brand Akeyla Naraya yang sudah show ke Moskow dan fashion show mendunia juga akan tampil. Dimana akan ada 200 model yang ikut tampil meramaikan kegiatan tersebut. 

Designer yang juga ikut menggeliatkan acara yaitu Ina Brand Inaraya, Verlinawati Brand Naswanisa, Ningsih Brand Ning-She, Ana Brand Uswatun Chasanah, Novi Brand Novie’s, Lisa Setiawati, dan Indriyanti Brand Indy Faza. 

Kris menambahkan, kegiatan ini tentunya sangat berbeda dengan Jember Festival. Karya kreativitas bangsa kita besar dan ini yang kita wadahi. Sebab, festival tersebut juga akan diramaikan oleh negara Islam seperti Oman, Yaman, Kuwait, Mesir, Malaysia dan Saudi Arabia.

Angkat Ekonomi Lamongan

Mengumpulkan para desainer Moslem bukan barang mudah. Kris pun berharap Lamongan dapat menjadi tempat mode Nasional.

“Kita ingin ada desain yang memiliki ciri khas dan trend untuk mengangkat ekonomi Lamongan sendiri, selain budayanya,” ucapnya.

“kita juga ingin menggerakkan UKM. Jadi, kanal ekonomi juga disiapkan dari industri kecil menengah disiapkan kemudian keluar negeri juga akan dilakukan setiap tahun,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwasanya ke depan juga ingin munculkan desainer muda Lamongan. “Konsistensi busana Moslem akan ada di kota sendiri jangan sampai membeli busana Moslem keluar. Cina membuat busana Moslem juga loh,” ungkapnya. 

Setidaknya, akan ada sebanyak 5.000 orang akan ikut dalam kegiatan tersebut. Akan ada pawai tarup dan lampion selama dua hari semalam. Kita ingin merubah persepsi bahwa Lamongan melahirkan teroris namun juga melahirkan kreator sebagai pusat modenya busana Moslem dunia.

Setiap desa di Lamongan memiliki produk, batik Lamongan juga akan ditonjolkan. “Sampai satu kampung itu garmen semua. Namun brendingnya saat ini memang masih kurang. Jika berbicara nasional dan internasional Lamongan tidak kalah saing,” akunya. (Kds) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *