Krisis Pangan di Korea Utara Bisa Berubah Jadi Bencana Kelaparan

BERITABUANA, PYONGYANG – Disebutkan sebuah badan bantuan bencana terbesar di dunia, Korea Utara sudah di ambang krisis pangan. Kondisi itu bisa berubah menjadi bencana kelaparan mirip seperti yang terjadi tahun 1990an.

Di Korut pada tahun 1990an itu bencana kelaparan telah menewaskan sekitar 3 juta orang. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Jenewa mengatakan gelombang panas telah menyebabkan padi, jagung, dan tanaman lainnya di Korut layu.

Dikhawatirkan situasi ini diperparah oleh sanksi internasional yang diberlakukan sebagai respons atas program rudal dan senjata nuklir rezim Kim Jong-un. Menurut IFRC, tidak ada hujan sejak awal Juli saat suhu panas hingga rata-rata 39 derajat Celcius melanda seluruh wilayah negara dengan nama resmi Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Pada pertengahan Agustus hujan diharapkan turun. Data IFRC menyebut sekitar 25 juta warga Korut sudah tertekan dan rentan akan krisis gizi. Kondisi itu bisa mengerdilkan pertumbuhan anak-anak Korea Utara.

“Ini belum digolongkan sebagai kekeringan, namun beras, jagung, dan tanaman lainnya sudah layu di ladang. Dengan potensi efek bencana bagi rakyat DPRK,” kata Joseph Muyamboit, manajer program IFRC di Pyongyang.

“Kita tidak dapat dan tidak boleh membiarkan situasi ini menjadi krisis keamanan pangan yang besar. Kami tahu bahwa musim kering yang parah sebelumnya telah mengganggu pasokan makanan ke titik di mana itu telah menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan malnutrisi di seluruh negeri,” ujarnya, Sabtu (11/8).

Di Korut, kekeringan dan banjir telah menjadi ancaman musiman, yang tidak memiliki sistem irigasi dan infrastruktur lain untuk menangkal bencana alam. IFRC telah membantu Palang Merah Korut untuk mendukung 13.700 orang paling rentan.

Mereka yang dibantu berada di provinsi Hamgyong Selatan dan Pyongan Selatan. IFRC juga mengerahkan tim tanggap darurat. Sebanyak 20 pompa air dikerahkan untuk mengairi ladang di daerah yang paling parah terkena dampak. (Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *