Beritabuana.co

Headline

Pelayaran di Danau Toba Memang Bobrok

Azas Tigor, pengamat.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Peristiwa tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara sungguh memilukan. Korbannya begitu banyak, dan sampai hari ini ratusan penumpang yang berangkat dari pelabuhan Simanindo, Samosir menuju pelabuhan Tigaras, Simalungun belum diketemukan.

Celakanya, tidak hanya sekali ini ada kapal tenggelam di Danau Toba, tetapi sudah berkali-kali. Pelayaran kapal tradisional di Danau Toba terkesan dibiarkan bobrok, tanpa pengawasan dan pembinaan oleh pemerintah.

Analisis kebijakan Transportasi, Azas Tigor Nainggolan melihat sudah terlalu lama masyarakat di perairan Danau Toba dibiarkan bertaruh nyawanya untuk berlayar dan bertransportasi di kampungnya sendiri.

“Sudah terlalu banyak dan sering kecelakaan kapal di perairan Danau Toba, tapi tidak menggerakan perubahan dan pembangunan pelayaran yang aman di sana,” kata Azas Tigor kepada beritabuana.co, di Jakarta, Minggu (24/6/2018).

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk mengatakan menyudahi dan jangan terjadi lagi kecelakaan kapal di perairan Danau Toba. Caranya, segera kerjakan dan perbaiki pelayanan untuk rakyat agar tidak terus menjadi korban atas kelalaian dan kebobrokan pada pelayaran.

“Masyarakat harus membantu pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelayaran terhadap seluruh dermaga pelayaran di Danau Toba,” ajak Azas Tigor.

Masyarakat juga harus mengajak pemerintah melakukan perbaikan secara menyeluruh agar pelayaran di perairan Danau Toba dan wilayah Indonesia lainnya memiliki manajemen pelayaran berkeselamatan.

“Sungguh memalukan, Indonesia sebagai negeri maritim tetapi tidak memiliki sistem pelayaran yang berkesalamatan,” kata putra daerah dari Nainggolan, Pulau Samosir itu.

Peristiwa naas KM Sinar Bangun seharusnya peristiwa terkahir dengan ternyata menggerakan perubahan perilaku Pemda Sumatera Utara (Sumut) serta pemerintah Kabupaten di kawasan Danau Toba. Pemerintah selaku regulator harus bekerja melayani dan melindungi rakyatnya.

“Biar lah kecelakaan KM Sinar Bangun bisa membangun kesadaran masyarakat di Sumatera Utara untuk berlayar secara selamat,” imbuh Azas Tigor. (Ndus)

Comments

Most Popular

To Top