Beritabuana.co

Nasional

Terdakwa Frederich Yunadi Siapkan Pledoi Setebal 1.865 Halaman

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan merintangi penyidikan dalam perkara korupsi e-KTP, Fredrich Yunadi menyatakan, kesiapannya dalam membacakan nota pembelaan (pledoi) setebal 1.865 halaman, di persidangan Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

“Saya Sudah siapkan nota pembelaan setebal1.865 halaman. Kalau termasuk lampiran-lampirannya, ya ada sekitar 2.000 halaman. Dan saya punya bukti-bukti, mungkin ada 500 bukti,” kata Fredrich kepada wartawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (22/6).

Seperti diketahui, dalam perkara ini Fredrich dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan, karena diduga bersama-sama dengan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutardjo memanipulasi kondisi kesehatan kliennya, Setyo Novanto yang bertujuan untuk merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK.

“Jadi, ada fakta saya analisis yuridis, nanti itu yang akan saya fokuskan terus saya buktikan di mana ada pemalsuan-pemalsuan dilakukan oleh penuntut umum,” kata Fredrich menambahkan.

Menurut Fredrich, dirinya merekam semua keterangan saksi di pengadilan dan mentranstripnya hingga menjadi 1.200 halaman.
“Saya seperti main film pakai transkrip. Jadi tidak ada rekayasa sama sekali, tetapi dari penuntut umum mereka itu membuat pendapat, jadi yang tidak ada ditambah-tambahi. Jadi di sini saya katakan ada dihalaman itu yang dipalsukan,” kata Fredrich mengungkapkan.

Akan tetapi, Fredrich mengatakan tidak mungkin dirinya akan membacakan seluruh pledoinya. “Ya enggak lah. Nanti keterangan-keterangan saksi tidak perlu dibacakan. Kalau dibacakan seluruhnya ya jelas tidak mungkin,” kata Fredrich.

Meski demikian, dirinya mengaku enggan berkomentar mengenai ucapan Bimanesh yang mengatakan dirinya menyesal membantu Fredrich. “Itu kan menurut dia (Bimanesh). Dia kan dalam hal ini sudah dibeli pihak jaksa? Dijadikan ke JC (justice collaborator), lihat saja BAP dia, di dalam pledoi ini ada,” ujar Fredrich menandaskan.

Advokad Fredrich ini juga mengaku harus begadangan untuk menyelesaikan pledoi dirinya tersebut. “Begadang setiap hari sampai pukul 04.00, sekitar 2 minggu. Mudah-mudahan ini untuk mengungkap kebenaran yang saya alami,” ungkap Fredrich.

Seperti diketahui, tuntutan Fredrich merupakan hukuman maksimal dari dakwaan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Bahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun tidak melihat adanya hal-hal yang bisa meringankan dari perbuatan terdakwa Fredrich. Oisa/ant

Comments

Most Popular

To Top