Beritabuana.co

Headline

Menyusul Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Komisi V DPR Akan Undang Menhub dan Menpar

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra. (Dok. Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perarian Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) lalu, mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Pasalnya, musibah ini dikabarkan telah mengakibatkan jatuhnya ratusan korban, ditambah tidak adanya manifes perjalanan, sehingga belum diketahui pasti jumlah penumpangnya.

Keprihatinan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (22/6/2018), terkait musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Kata Sutan, musibah tersebut mengundang keprihatinan semua pihak, karena ratusan orang harus kehilangan keluarga mereka. Meski upaya pencarian sedang dilakukan, ratusan orang penumpang sampai hari ini masih belum ditemukan.

“Kita sangat berduka akan kejadian ini,” ucap politisi Partai Gerindra itu lagi.

Dia menilai, dampak tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba itu berpotensi turunnya kepercayaan wisatawan akan keamanan maupun keselamatan pariwisata di Tanah Air. Bahkan, musibah ini juga dapat memberi kesan negatif. Citra negatif ini merupakan pukulan bagi usaha branding Danau Toba sebagai destinasi berkelas dunia.

“Musibah kapal ini menjadi citra negatif bagi dunia pariwisata Tanah Air. Karena seharusnya pariwisata itu membutuhkan jaminan keselamatan (safety) dari semua instrumen pendukungnya, baik itu transportasi, infrastruktur hingga kenyamanan maupun keamanan wisatawan,” analisanya.

Sutan menambahkan, salah satu dampak yang perlu diantisipasi dari kejadian ini adalah tidak tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air, dan menurunnya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Danau Toba. Menurutnya, ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusinya.

“Selama ini Danau Toba merupakan destinasi wisata baru yang amat diandalkan oleh pemerintah untuk mendulang devisa, dan dengan kejadian ini memberi kesan pariwisata di sana kurang aman, tidak nyaman dan membahayakan,” imbuhnya.

Dalam rangka mengantisipasi kembali terjadinya musibah ini, politisi dapil Jambi ini mengatakan, pihaknya akan mengelar rapat komisi gabungan dengan pemerintah untuk membahas masalah ini dari sudut kepentingan pariwisata.

“Kita akan mengundang Menteri Perhubungan dan Menteri Pariwisata untuk membicarakan standar pengawasan transportasi wisata perairan di Indonesia, karena kita tidak ingin hal ini terulang lagi dan mengurangi kepercayaan masyarakat akan pariwisata Indonesia,” komitmennya. (Aldo)

Comments

Most Popular

To Top