Beritabuana.co

Nusantara

Sisi Lain Safari Ramadhan Kapolri dan Panglima TNI di Lampung

Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian/istimewa

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan safari Ramadan bersama. Kali ini keduanya menyambangi Makorem 043/Garuda Hitam (Gatam), Bandar Lampung.

Kehadiran Kapolri dan Panglima didampingi Ketua Umum Bhayangkari Tri Suswati Karnavian dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto. Mereka tiba sekira pukul 16.00 waktu setempat dan disambut dengan jajar kehormatan dan nyanyian selamat datang.

Sekitar 2.000 orang hadir dalam acara yang dipusatkan di lapangan Makorem 043/Gatam itu. Mereka terdiri dari keluarga besar TNI-Polri, para ulama, tokoh masyarakat, dan pejabat Forkompida se-Provinsi Lampung. Hadir pula Ketua MUI K.H.Ma’ruf Amin yang didapuk sebagai pemberi siraman rohani sebelum acara buka puasa bersama.

Usai buka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan salat maghrib, sholat isya dan salat tarawih bersama. Setelahnya, Ibu Tri Suswati istri Kapolri dan Ibu Nanny istri Panglima TNI memberi santunan terhadap 250 anak yatim dan warakawuri (istri militer yang sudah purnawirawan atau sudah gugur/meninggal dunia, red).

Yang menarik, dalam pembagian santunan itu, istri Kapolri dan istri Panglima TNI berbaur bersama mereka dengan begitu akrabnya. Bahkan istri Kapolri Tri Suswati Karnavian terlihat menyalami ibu-ibu warakawuri  dengan penuh hormat serta meraih tangan mereka seperti memegang tangan ibu sendiri.

Senyum sumringah terpancar dari wajah mereka seperti ada ikatan emosional yang dalam antara satu sama lain.

Tri Suswati juga menyampaikan pesan khusus pada anak yatim agar terus bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi. Sebab, hanya dengan semangat itulah seseorang akan menjadi sukses serta berguna bagi bangsa dan negara.

“Rajin belajarnya, rajin ibadahnya. InsyaAllah cita-cita berhasil,” ujar Tri dalam keterangannya, Selasa (5/6/2018).

Sementara itu, dalam sambutannya, baik Kapolri maupun Panglima TNI berpesan agar masyarakat bersatu padu menangkal dan melawan radikalisme-terorisme. Paham semacam itu jelas salah dan perbuatannya tidak diridhoi Tuhan.

“Kita harus mengambil hikmah dari kejadian teror seperti yang terjadi di Surabaya. Karenanya, pendidikan jadi kunci penting menangkal bahaya ideologi para teroris ini,” kata Kapolri Tito Karnavian.

Hal senada juga disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ia menyebut aksi terorisme merupakan suatu kejahatan dimana orang tak berdosa dan anak-anak jadi korban.

“Segenap pihak, baik dari keluarga besar TNI-Polri, alim ulama dan masyarakat harus saling membahu melawan radikalisme dan terorisme,” tegasnya. (Min)

Comments

Most Popular

To Top